Sumur Wakaf Jangkau Pengungsi Tsunami di Lampung

Sumur Wakaf Jangkau Pengungsi Tsunami di Lampung

Sumur Wakaf Jangkau Pengungsi Tsunami di Lampung' photo

ACTNews, LAMPUNG SELATAN – Pascatsunami yang menghantam pesisir Selat Sunda pada akhir Desember 2018 silam, kini sebagian warga masih mengungsi. Salah satu desa yang masih dihuni pengungsi ada di Waymuli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Tercatat ada 86 kepala keluarga yang mengungsi di desa ini. Mereka kehilangan tempat tinggal setelah rumahnya hancur dihantam tsunami.

Selain korban meninggal serta harta benda yang hilang, permasalahan air bersih muncul pascatsunami. Di Waymuli, warga selama ini memanfaatkan sumber air dari pegunungan Rajabasa. Mereka tidak bisa menggali atau bor sumur karena komposisi tanah yang berbatu dan mengandung belerang.

Untuk itu, Global Wakaf sejak Kamis (21/2) lalu membuat pipanisasi untuk mengalirkan air dari sumber air di pegunungan. Pipa sepanjang 800 hingga 1000 meter dipasang dari sumber air menuju penampungan air di Musala Nurul Yaqin. “Pipanisasi ini bagian dari program Sumur Wakaf. Air ini nantinya untuk pasokan mandi, cuci, kakus juga dialirkan ke rumah-rumah warga,” ungkap Kepala Program Global Wakaf Lampung Dinia Rumaini, Selasa (26/2).

Selain melakukan pipanisasi, Global Wakaf juga sedang membangun MCK. Fasilitas kebersihan ini dibangun sebanyak dua pintu dengan ukuran 175 sentimeter persegi dengan target selesai pada 20 Maret mendatang. Warga yang menggunakan MCK ini diperkirakan mencapai 144 kepala keluarga.

Dinia menambahkan, selama ini, pengungsi di Waymuli harus menumpang ke rumah warga untuk keperluan MCK. Keperluan air serta kebersihan belakangan ini meningkat seiring banyaknya pengungsi di desa ini. “Sampai saat ini belum ada fasilitas MCK khusus untuk pengungsi, padahal di sini dekat dengan hunian sementara,” tambahnya.

Waymuli merupakan salah satu desa yang paling parah terdampak tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu. Sedangkan satu desa lain yang terparah ialah Kunjir. Tercatat lebih kurang 1500 orang mengungsi dari dua desa ini. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan

Terpopuler