Sumur Wakaf Jangkau Sekolah di Ujung Timur Pulau Madura

Bertahun-tahun siswa dan guru MI Al Hikmah di Dusun Glatek, Desa Palasa, Kecamatan Talangi mengenyam pendidikan di bangunan yang tidak dilengkapi sumur maupun toilet atau MCK.

Sumur Wakaf Jangkau Sekolah di Ujung Timur Pulau Madura' photo
Siswa MI Al Hikmah kini bisa berwudu dan menggunakan toilet di sekolah mereka. (ACTNews/Imam Ghozali)

ACTNews, SUMENEP - Sekolah adalah tempat belajar yang didukung fasilitas-fasilitas penunjang, seperti toilet untuk guru dan siswa. Namun, fasilitas ini belum dirasakan salah satu sekolah di ujung timur Pulau Madura. 

Bertahun-tahun siswa dan guru MI Al Hikmah di Dusun Glatek, Desa Palasa, Kecamatan Talangi mengenyam pendidikan di bangunan yang tidak dilengkapi sumur maupun toilet atau MCK. Para siswa dan guru harus menumpang ke rumah warga untuk buang air. Tidak adanya sumur dan kamar mandi ini menjadi kendala dalam proses belajar dan mengajar di  MI Al Hikmah. Untuk praktik salat dan wudu misalnya. Siswa tidak memiliki kesempatan untuk praktik langsung karena nihilnya sumur dan tempat berwudu.

Kondisi absennya fasilitas sumur, MCK, hingga tempat wudu di sekolah tersebut dikarenakan keterbatasan finansial MI Al Hikmah. Untuk menyediakan material bangunan, sekolah harus membelinya di pusat Kabupaten Sumenep. Sementara itu, lokasi MI Al Hikmah cukup terpencil, yakni terletak di Kepulauan Poteran. Untuk menuju sekolah tersebut, harus menempuh melalui perjalanan laut dari Kabupaten Sumenep selama sekitar satu jam. Lokasi yang jauh dari pusat kabupaten ini menyebabkan harga material untuk pembangunan fasilitas sanitasi menjadi cukup mahal.

Untuk warga sekolah MI Al Hikmah, Global Wakaf - ACT membangun Sumur Wakaf pada akhir Desember 2019. Selasa (18/2), Sumur Wakaf tersebut telah rampung dibangun dan dapat digunakan oleh guru dan siswa MI Al Hikmah. Sumur ini juga dilengkapi MCK dan tempat wudu.

Kholid selaku Pengurus Yayasan MI Al Hikmah Palasa sangat berterima kasih dengan adanya fasilitas-fasilitas sanitasi yang baru dibangun di sekolah yang ia kelola. "Alhamdulillah kegiatan belajar mengajar sangat terbantu dengan adanya Sumur Wakaf ini. Anak-anak untuk praktik salat tidak harus mencari air ke warga lagi, sehingga pembelajaran bisa optimal," ujar Kholid.

Wahyu Sulistianto Putro selaku Kepala Cabang Global Wakaf - ACT Jatim menyampaikan, program Sumur Wakaf merupakan ikhtiar untuk membantu masyarakat yang masih mengalami krisis air bersih. "Di saat relawan kami menginformasikan adanya sekolah dengan keterbatasan fasilitas sumur dan kamar mandi di MI Al Hikmah Palasa, kami mengupayakan untuk memberikan solusi. Alhamdulillah, ada mitra yang berkenan membantu. Harapannya kehadiran Sumur Wakaf makin banyak menjangkau warga terdampak kekeringan dan krisis air bersih. Sehingga, permasalahan kekeringan dan sanitasi pada warga masyarakat dapat teratasi,” ujar Wahyu.[]


Bagikan