Sumur Wakaf Kembali Alirkan Air Bersih di Pesisir Bekasi

Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi yang terletak di pesisir pantai, membuat akses air bersih agak sulit di daerah tersebut karena keruh dan payau. Global Wakaf - ACT kembali membangun Sumur Wakaf untuk mengatasi masalah tersebut.

Sumur Wakaf Kembali Alirkan Air Bersih di Pesisir Bekasi' photo
Warga menggunakan Sumur Wakaf yang telah rampung di akhir Januari lalu. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Berbatasan dengan laut utara Jawa, lokasi Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi memperlihatkan kehidupan warga pesisir yang khas. Warga sekitar yang mayoritas nelayan, memarkir perahu di bantaran. Pohon bakau tumbuh subur di sepanjang pinggiran Sungai Citarum. Jika kita menyusur arus sungai, akan berujung di sebuah pantai besar di mana para nelayan banyak melaut di sana.

Tetapi hidup di pesisir juga berarti harus berkompromi dengan air yang payau. Belum lagi airnya keruh karena tidak jarang bercampur tanah liat dan lumpur. Tidak lain karena sumber air yang berdekatan dengan pantai. Kondisi tersebut yang dirasakan oleh warga Desa Pantai Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong.


“Karakter tanah daerah Desa Pantai Bahagia
adalah tanah liat dan berlumpur. Akses menuju sumber air letaknya cukup mudah, namun tidak layak dikonsumsi karena kotor dan payau itu disebabkan wilayah mereka sangat dekat dengan laut,” ungkap Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT pada Senin (10/2).

Kondisi MCK di Desa Pantai Bahagia juga masih dapat dikatakan minim jumlahnya. Misalnya saja di Kampung Blukbuk. Jika kemarau datang, debit air akan mengecil dan akses air akan sulit terutama bagi yang belum memiliki MCK. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari saat kemarau, warga kerap membeli air seharga Rp7 ribu untuk satu galonnya. Sementara penghasilan warga per bulannya sekitar Rp1 juta.


Salah satu siswa sekitar membantu pembangunan Sumur Wakaf pada Desember 2019 lalu. (ACTNews)

“Warga sering membeli air saat kemarau, sementara untuk membangun sumur sendiri dapat dikatakan cukup mahal, sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta. Ini karena dibutuhkan sumur bor yang dalam supaya air yang dialirkan dapat maksimal, bersih dan debit airnya besar. Juga kalau memiliki cadangan air tanahnya besar, sumber air dapat terus mencukupi,” jelas Wahyu.

Global Wakaf mencoba mengatasi masalah tersebut dengan membangun lagi sebuah Sumur Wakaf di Desa Pantai Bahagia, tepatnya di Kampung Blukbuk pada Desember 2019. Sumur Wakaf ini dibangun sekaligus dengan MCK di Musala Nurul Ihsan.

“Kami pilih musala agar selain dapat memenuhi kebutuhan warga sekitar, Sumur Wakaf yang kita bangun dapat memenuhi juga kebutuhan jemaah yang sering beraktivitas di musala. Alhamdulillah, sudah selesai sekitar dua pekan lalu di akhir Januari. Target kita mengalirkan air bersih kepada 20 kepala keluarga, 220 siswa sekolah di dekat musala, dan lebih dari 25 orang jemaah musala,” kata Wahyu.

Warga senang dengan kehadiran Sumur Wakaf di Kampung Blukbuk. Seperti Nenih yang merasa terbantu karena kini mudah mendapatkan air yang bersih.

“Atas nama warga kami bersyukur sekalai dengan adanya program Sumur Wakaf ini sangat bermanfaat untuk warga dan jemaah. Semoga Tuhan membalas amal jariah dari Global Wakaf – ACT dan Pewakif dengan balasan yang berlipat ganda,” kata Nenih.

Sumur Wakaf di Kampung Blukbuk bukanlah yang pertama kalinya di Desa Pantai Bahagia. Sejak pertengahan 2019 lalu, Global Wakaf – ACT telah beberapa kali membangun Sumur Wakaf untuk warga di sana. Tercatat kini telah ada sebanyak 5 unit Sumur Wakaf untuk warga Muara Gembong. []


Bagikan