Sumur Wakaf Kembali Bantu Kehidupan Ribuan Pengungsi Rohingya di Rakhine

Global Wakaf-ACT kembali menghadirkan fasilitas air bersih bagi para pengungsi internal Rohingya di Sittwe, Rakhine. Ditargetkan Sumur Wakaf ini dapat meringankan kesulitan air bersih bagi ribuan pengungsi.

Pengungsi anak-anak Rohingya mengantre untuk mengambil air dari Sumur Wakaf yang baru dibangun di Sittwe. (ACTNews)

ACTNews, SITTWE – Pembangunan Sumur Wakaf untuk para pengungsi internal Rohingya di Rakhine, Myanmar, terus berlanjut. Kali ini bantuan menyapa lebih dari 1.000 jiwa di Desa Nga Pwint Gyi dan Desa Say Oo, Sittwe.

“Target kami lebih dari seribu orang yang akan menikmati bantuan para dermawan ini. Sumur Wakaf untuk masyarakat Rohingya terdiri dari enam unit sumur tabung dan sebuah sumur dalam,” ungkap Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response-Aksi Cepat Tanggap, Senin (5/4/2021). Pembangunan dilakukan selama dua pekan dan telah rampung pada Selasa (30/3/2021) akhir Maret. 

Selama ini pengungsi internal Rohingya di Rakhine sangat minim sumber air. Mereka harus mengambil air bersih dari jarak yang jauh dari tempat tinggal mereka.  “Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kami melalui program Sumur Wakaf. Semoga dengan adanya bantuan fasilitas sanitasi dari para dermawan, tidak hanya saudara-saudara kita bisa mudah menjalani aktivitas, tetapi juga bisa lebih menjaga kebersihan serta kesehatan mereka,” ujar Firdaus.

Kondisi sanitasi memang cukup sulit di Rakhine. Pada tahun 2020 lalu, Human Rights Watch melaporkan 350.000 orang di Rakhine dapat menjadi “korek api Covid-19” dan salah satu penyebabnya merupakan minimnya fasilitas sanitasi.

Salah satunya di negara bagian Rakhine tengah, sebagaimana digambarkan HRW, tempat lebih dari 100.000 Muslim Rohingya telah dikurung di kamp-kamp penahanan, kebutuhan air sehari-hari sangat tidak memadai. Satu unit kakus digunakan bersama oleh 40 orang dan satu titik akses air digunakan hingga 600 jiwa.[]