Sumur Wakaf Kikis Permasalahan Air Bersih di Afrika

Krisis air bersih di Afrika menjadi permasalahan nyata yang berkepanjangan. Gerakan Sumur wakaf hadir untuk menyelesaikannya.

Sumur wakaf Afrika
Warga antusias memanfaatkan Sumur Wakaf di Uganda. Kini mereka tak harus berjalan kaki jauh untuk mendapatkan air bersih. (ACTNews)

ACTNews, KENYA – Air menjadi permasalahan sehari-hari bagi warga Afrika seperti di Kenya dan Uganda. Banyak orang, bahkan anak-anak harus berjalan jauh untuk mencari air. Tetapi, warga Desa Mandangonyi dan Peleleza di Kenya kini bisa tersenyum, lantaran sumber air sudah dekat. 

Global Wakaf-ACT telah mewakafkan sumur di kedua desa tersebut hasil pemberian dermawan. Sumur Wakaf itu bisa dimanfaatkan oleh 2.000 kepala keluarga secara cuma-cuma. Dengan demikian, mereka tak harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencari air. 

Salah seorang warga Desa Mandangonyi, Kenya, Mukakadi Ayub (35), bersyukur bahwa keluarganya tidak harus berjalan jauh untuk mengambil air. Karena saat ini, kata, Mukakadi, sumber air hanya beberapa langkah dari rumahnya. Padahal sebelumnya, ia tak percaya di tanahnya terdapat sumber air. 

"Saya berdoa kepada Allah agar memberikan balasan terbaik untuk para dermawan, ACT dan semua yang telah membantu kami. Semoga Allah mengabulkan semua doa dan harapan mereka, Barakallah fikum," kata Mukakadi. 

Sumur wakaf yang dibangun pada periode 18 Januari hingga 16 Februari 2021 tersebut dapat dimanfaatkan oleh 2.000 KK. Seorang anak sekolah berusia 7 tahun, Rajab Kebbo, mengungkapkan kegembiraannya. "Dulu harus berjalan jauh dan terlambat ke sekolah, saat ini saya bangun dengan cepat dapat air dengan mudah dan berangkat sekolah tepat waktu," jelasnya. 

Selain di Kenya, ACT bekerja sama dengan Kitabisa juga membangun Sumur Wakaf di Desa Aloet, Bukedea, Uganda. Pembangunan sumur dilakukan dalam kurun waktu lima hari sampai 20 Februari 2021. Kini 460 jiwa penduduk Aloet yang mayoritas petani bisa meningkatkan produksi pertaniannya. 

"Alhamdulillah, kini masyarakat tidak perlu berjuang jauh untuk mendapatkan air. Karena saat ini air sudah dekat, bersih dan aman untuk wudhu, hewan, berkebun, dan konsumsi rumah. Terima kasih donatur semoga Allah memberikan pahala yang besar," kata seorang warga Aloet, Uganda, Sulaiman Isabirye. 

Tim Global humanity Response-ACT, Amir Firdaus mengatakan ini merupakan aksi nyata dalam menangani krisis air bersih di Afrika. Masih banyak tempat di Afrika yang membutuhkan air bersih, sehingga program ini akan dilanjutkan di wilayah lain di Afrika. 

"Untuk para dermawan yang sudah membantu penyediaan air bersih di Afrika kami sangat berterima kasih. Untuk yang ingin ikut andil bergerak, bisa segera menyalurkan bantuannya ke ACT, sehingga krisis air bersih di Afrika sedikit demi sedikit bisa teratasi," kata Amir. []