Sumur Wakaf Mendukung Kehidupan di Farako

Warga Desa Farako di Nangola, Mali Selatan, amat membutuhkan air bersih. Sebelumnya, hanya ada satu sumur timba yang dimanfaatkan 700 jiwa di desa tersebut.

Sumur Wakaf Mendukung Kehidupan di Farako' photo
Warga Desa Farako, Mali Selatan, mengantre mengambil air di Sumur Wakaf. (ACTNews)

ACTNews, NANGOLA – Alou Diarra (52) kini tidak harus meminta anak-anaknya mengambil air yang berjarak cukup jauh dari rumah mereka. Ibu tujuh anak itu kini lega, ia waktu anak-anaknya dapat dimanfaatkan untuk membantunya di ladang dan belajar.

Global Wakaf – ACT awal Juli lalu membangun sumur wakaf pompa di Desa Farako, Nangola–kota kecil di Koulikoro, Mali Selatan–tempat Diarra tinggal bersama 700 warga lainnya. “Proyek ini sangat berdampak besar untuk kehidupan kami, termasuk keluargaku. Dengan kehadiran sumur wakaf, kami lebih bisa memaksimalkan ikhtiar dalam bekerja dan mendapatkan pendapatan untuk masa depan anak-anak saya,” kata Diarra kepada relawan ACT di Mali.

Sama seperti kebanyakan wilayah sebagian besar wilayah Afrika lain, kekeringan menjadi momok yang menghantui penduduk Mali. Dilansir dari Unicef, akses air bersih yang baik merepresentasikan kehidupan yang sehat. Sayangnya, hanya 58% pusat kesehatan memiliki air bersih dan 64% memiliki layanan kebersihan yang baik di negara-negara Afrika sub-sahara, termasuk Afrika Barat, tempat negara Mali berada.


Warga Desa Farako mengantre untuk mengambil air bersih di sumur wakaf. (ACTNews)

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response – ACT untuk wilayah Afrika menjelaskan, kehadiran Sumur Wakaf di Desa Farako juga membawa cerita tersendiri. Sebelumnya, anak-anak di desa banyak yang mengalami kecelakaan jatuh ke sumur timba.

“Sumur timba tentu sangat tidak aman bagi anak-anak yang sering bertugas mengambil air untuk kebutuhan rumah mereka. Menghindari kecelakaan seperti itu, biasanya anak-anak harus pergi jauh ke desa sebelah, yang akhirnya mengakibatkan mereka kehilangan waktu untuk belajar dan pergi sekolah karena harus berjalan jauh mengambil air,” kata Faradiba. Dengan hadirnya sumur pompa di desa mereka, kisah pilu anak-anak yang jatuh ke sumur timba di Desa Farako diharapkan tidak lagi terulang.

Belum lagi, penduduk desa ini sebagian besar petani berpenghasilan rendah yang tidak mampu membangun sumur pompa untuk kehidupan mereka. Masyarakat pun meminta bantuan berbagai lembaga kemanusiaan untuk membantu mereka.

“Memberikan sumur pompa ke desa ini, berarti memberikan kehidupan baru kepada mereka dan lebih banyak kesempatan bagi anak-anak mereka untuk melanjutkan studi tanpa kesulitan,” pungkas Faradiba. Selain di Mali, Faradiba berharap dukungan para dermawan untuk Sumur Wakaf di berbagai negara di Afrika juga terus mengalir.[]


Bagikan