Sumur Wakaf Mudahkan Akses Air Bersih untuk Keluarga Marsudi

Semenjak dibangun pada pertengahan Desember 2019 lalu, Sumur Wakaf memudahkan keluarga Marsudi untuk memperoleh air bersih. Biasanya keluarga Marsudi mengambil air sungai yang berjarak 300 meter dari rumahnya. Sementara saat kekeringan, mereka juga kerap bergantung pada bantuan dari tetangga maupun pemerintah.

Sumur Wakaf Mudahkan Akses Air Bersih untuk Keluarga Marsudi' photo
Keluarga Marsudi bersyukur kini ada Sumur wakaf Keluarga di rumahnya. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, CIREBON – Menjelang zuhur, Marsudi telah bersiap dengan baju panjangnya. Salah satu anak Marsudi menuntunnya ke Sumur Wakaf Keluarga di sudut halaman rumah karena penglihatan Marsudi sudah tidak awas. Dari Sumur Wakaf itu, anak Marsudi membantu bapaknya menimba air untuk berwudu.

“Sudah sekitar 15 bulan mata saya seperti ini. Waktu ke dokter, katanya katarak dan glaukoma. Kelihatannya sekarang putih semua,” cerita Marsudi di rumahnya di Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (8/2) lalu.

Mengingat penglihatannya kurang baik, Marsudi kini yang menjaga anak-anak di rumah. Sementara istrinya yang bekerja di sebuah pabrik pengrajin rotan. Ia mengatakan pekerjaan dan penghasilan istrinya di pabrik rotan tersebut tidak menentu.

“Kalau penghasilan tidak tetap, kadang-kadang satu minggu kerja, satu minggu libur. Satu hari itu digaji Rp50 ribu. Cuma terkadang kerja satu minggu, tapi beberapa hari (uang) sudah habis. Tahu sendirilah ya, beras berapa. Apalagi untuk sekolah karena anak kecil tidak tahu kita sedang punya uang atau tidaknya,” ucap Marsudi.


Pemasangan prasasti Sumur Wakaf Keluarga di rumah Marsudi. (ACTNews/Reza Mardhani)

Karena kondisi itu juga, Marsudi kerap meminta tolong istrinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka. Seperti saat sebelum Sumur Wakaf Keluarga selesai dibangun di halaman rumahnya pada Desember 2019 lalu. Istrinya yang kemudian mengambil air ke sungai yang berada di dusun sebelah yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

Terutama ketika kekeringan dan air dari sungai sudah tidak dapat diandalkan lagi, Marsudi akhirnya mesti meminta ke tetangga yang memiliki air atau menunggu bantuan air dari pemerintah. Dari bantuan itu, ia bisa memperoleh satu sampai dua jeriken untuk keluarganya. Tetapi kini ia tak pernah mengambil bantuan lagi karena Sumur Wakaf Keluarga sudah dibangun oleh Global Wakaf – ACT di rumahnya.


“Kemarau kadang (air) dikasih sama pemerintah desa satu sampai dua mobil itu untuk masyarakat banyak. Paling dapat satu sampai dua jeriken, belum cukup sebenarnya. Tapi alhamdulillah, sekarang saya istilahnya tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada Sumur Wakaf Keluarga. Cukuplah untuk satu keluarga kami,” jelas Marsudi.

Sumur Wakaf Keluarga di rumah Marsudi adalah satu dari 11 Sumur Wakaf yang telah dibangun Global Wakaf – ACT di Desa Kedungbunder. Sebanyak 10 Sumur Wakaf dikhususkan untuk keluarga, sementara satu Sumur Wakaf lagi adalah jenis Sumur Wakaf komunal untuk sebuah pesantren. []

Bagikan