Sumur Wakaf Mudahkan Ibadah Jemaah Masjid Baiturrahman di Dusun Lembu

Jemaah Masjid Baiturrahman Dusun Lembu terbiasa berwudu di rumah jika hendak berkegiatan di masjid. Sebab masjid ini sebelumnya sama sekali tak memiliki MCK dan aliran air bersih. Bahkan jika dusun sedang memasuki musim kemarau, tak jarang warga mengambil dari air kubangan di hutan.

Warga sedang memanfaatkan air dari Sumur Wakaf Masjid Baiturrahman yang baru saja rampung. (ACTNews)

ACTNews, BANGKA BARAT – Beberapa tahun lalu warga Dusun Lembu, Desa Air Menduyung, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, cukup kesulitan untuk salat berjamaah. Mereka mesti berjalan ke dusun sebelah yang berjarak sekitar 3-5 kilometer dari dusun mereka sebab belum adanya masjid di Dusun Lembu.

Satu masjid yang bernama Baiturrohman, kemudian berdiri di sana pada 2010 lalu. Masjid ini merupakan iuran dari masyarakat dusun dan pemerintah kota agar mereka dapat melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan di masjid ini. Tetapi bangunan masjid ini berdiri tanpa adanya MCK, melainkan hanya sebuah bak besar untuk menampung air.

“Semenjak masjid ini dibangun, masyarakat berwudu terlebih dahulu dari rumah masing-masing. Hal ini dikarenakan masjid tak punya sumur sendiri, bahkan tempat wudu berkeran saja tak ada dan harus mengambil dari bak yang tersedia. Sementara ini warga mengalirkan air ke dalam bak yang ada dengan selang yang panjangnya sekitar 200 meter melalui salah seorang rumah warga. Itu pun tidak setiap saat,” jelas Bobby Bagaskara dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bangka Belitung.


Selain itu, air bersih sering kali tak tersedia saat musim kemarau. Karena sumur-sumur warga hanya beberapa meter dari permukaan tanah. “
Pada musim kemarau warga mengambil air dari aliran air atau kubangan air di hutan yang ada. Penggunaan air wudu di masjid cukup intens sehingga membutuhkan sumur sendiri untuk masjid,” ujar Bobby.

Untuk memenuhi kebutuhan air, jemaah Masjid Baiturrohman dan warga sekitar, Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf. Sumur ini sudah dapat dimanfaatkan oleh warga sejak Sabtu (15/8) lalu. “Ada sekitar 125 jiwa yang kita perkirakan dapat memanfaatkan air bersih dari Sumur Wakaf. Kami berharap amanah dari wakif dermawan ini dapat bermanfaat untuk warga Dusun Lembu,” ungkap Bobby.


Proses pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Lembu. (ACTNews)

Salah satu warga tersebut adalah Ashari, yang mengaku sebelumnya sangat kesulitan untuk mengambil air ketika ingin salat. “Sebelumnya kami ketika musim kemarau panjang pernah ikhtiar mengalirkan air dari kolong bekas tambang inkonvensional dengan bantuan pipa kecil dan mesin pompa air bertenaga kecil sejauh kurang lebih 300 meter dari arah dataran rendah, untuk kebutuhan jama'ah musholah Baiturrahman mengambil air wudhu untuk sholat. Alhamdulillah sekarang sudah tidak kesusahan lagi,” ucap Ashari. Ia pun bersyukur dan berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah menghadirkan Sumur Wakaf ini di Dusun Lembu.

Bobby juga mengucapkan terima kasihnya kepada wakif yang telah berwakaf melalui Global Wakaf - ACT. “Insyaallah sangat bermanfaat untuk jemaah yang akan salat. Warga desa juga bisa memanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga amal jariah diberkahi Allah untuk wakif. Sahabat dermawan juga dapat membangun sumur wakaf bersama Global Wakaf - ACT. Sahabat bisa membantu melalui wakaf uang yang bisa dikirimkan melalui rekening BNI Syariah  #66 0000 1146,” ujar Bobby.[]