Sumur Wakaf Mudahkan Muslim di Mali Beribadah dan Berkebun

Sumur Wakaf hadir di Desa Komine, Kota Segue, Mali. Selain untuk konsumsi, sumber air tersebut kini dimanfaatkan warga muslim di Mali untuk beribadah dan berkebun.

sumur wakaf mali
Antusias warga Desa Komine, Kota Segue, Mali, menyambut Sumur Wakaf di wilayahnya. (ACTNews)

ACTNews, SEGUE – Sudah bukan rahasia lagi jika kekeringan dan krisis air menjadi salah satu permasalahan utama di benua hitam, Afrika. Negara-negaranya telah lama mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari. Mali salah satunya.

Negara yang terletak di Afrika Barat itu secara geografis diapit oleh daratan dan Gurun Sahara. Sebab itu, air menjadi salah satu benda yang suit ditemukan. Di salah satu desa di Mali, yakni Desa Komine di Kota Segue, warganya bahkan terpaksa meminum air sungai yang keruh untuk bertahan hidup.

"Meski keruh, mereka tetap bersyukur karena masih ada air. Mereka rela berjalan cukup jauh untuk mengambil air keruh dari sungai tersebut. Biasanya anak-anak atau para perempuan yang bertugas untuk pergi mencari air," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Senin (30/8/2021).

Untuk itu, ACT berikhtiar menyudahi krisis air di Desa Komine dengan membangun sebuah Sumur Wakaf. Sumur yang mulai dibangun pada pertengahan Juli lalu ini, disebut Firdaus sudah bisa mulai digunakan pada akhir Agustus. 

Salah satu warga, Moussa Toure (57) mengatakan, kehadiran Sumur Wakaf ini adalah kejutan besar bagi keluarganya. Anak-anak Moussa tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mendapatkan air. Selain untuk konsumsi dan mandi, rencananya air dari Sumur Wakaf ini juga akan ia gunakan untuk mengairi kebunnya.

"Air ini akan membantu kami berkebun sepanjang tahun. Sumber air ini juga bisa membantu kesehatan kami karena kami bisa minum air bersih. Terima kasih banyak kepada para dermawan. Semoga Allah membalas semua orang yang berbagi dengan baik hati dan yang telah merealisasikan program ini," kata Moussa.[]