Sumur Wakaf Mulai Dibangun di Bumi Sidenreng Rappang

Sumur Wakaf Mulai Dibangun di Bumi Sidenreng Rappang

ACTNews, SIDENRENG RAPPANG - Memasuki musim penghujan, boleh jadi sebagian besar wilayah di Indonesia diselimuti cuaca yang teduh hingga mendapatkan limpahan air hujan. Bahkan, tak jarang limpahan air tersebut berdampak pada bencana (banjir) yang mampu melumpuhkan sendi kehidupan suatu wilayah.

Namun demikian, datangnya musim penghujan tak berpengaruh pada ketersediaan air bersih yang memadai di Desa Mattirotasi. Kekurangan air bersih tetap menjadi masalah utama masyarakat di desa yang berada di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan ini. Berada di area perbukitan, struktur tanah di desa tersebut didominasi oleh bebatuan dan cukup keras. Hal ini menjadikan warga sulit untuk menggali sumur dan mendapatkan sumber air bersih.

Abidin (40), warga Desa Mattirotasi, mengungkapkan, dibutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang ekstra demi mendapatkan mata air bersih sebagai kebutuhan sehari-hari. Tak banyak warga di dusun tersebut yang memiliki sumur pribadi mengingat mahalnya biaya pengeboran sumur dalam yang mencapai angka ratusan juta rupiah.

Sebagai jalan alternatif, mereka biasa memanfaatkan air resapan hujan sebagai sumber air bersih. Namun, sumber air tersebut cepat habis mengingat banyaknya warga yang memanfaatkannya.

“Cara lainnya, kami pergi keluar kampung sejauh 1 km. Di area jalan poros, ada bak penampungan air. Airnya berasal dari sungai yang terletak 3 km dari penampungan itu. Kami harus mengantre lama untuk dapat airnya. Kadang kami dapati airnya keruh, apalagi kalau musim hujan,” ungkap Abidin.

Melihat kebutuhan air yang mendesak bagi warga Desa Mattirotasi, Global Wakaf berinisiasi membangun sumur wakaf di dusun tersebut. Dusun Kamirie, Desa Mattirostasi, menjadi titik lokasi perdana pembangunan wakaf sumur di Tanah Celebes. Butuh sekira 4 jam perjalanan darat dari pusat kota Makassar untuk sampai di tanah Nene' Mallomo ini.

Nur Ali selaku Koordinator Program Wakaf Sumur Global Wakaf Sulawesi Selatan mengatakan, sumur wakaf di Dusun Kamirie tepatnya dibangun di dekat Pesantren Madinah Qur’an. Pesantren ini menyatu dengan pemukiman warga sehingga menjadi lokasi strategis bagi warga untuk mengambil sumber air bersih.

Ia menambahkan, sumur tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas MCK. Pembangunan sumur wakaf sekaligus MCK ini telah dimulai sejak Jumat (17/11) lalu.

“Pembangunan sumur dan MCK diperkirakan memakan waktu 1 bulan lamanya. Insya Allah, bulan depan, masyarakat di Dusun Kamirie mulai bisa merasakan manfaatnya,” ujar Nur Ali.

Melihat proses pembangunan wakaf sumur di desanya, Abidin amat mensyukuri hal tersebut. Dengan adanya sumur wakaf di desanya kelak, ia dan warga lainnya tak perlu jauh-jauh lagi pergi keluar desa untuk mendapatkan air bersih.

“Kami berterima kasih sekali bagi wakif Global Wakaf. Sumur dan MCK-nya kan dibangun di dekat masjid. Semoga ini juga akan meningkatkan semangat warga untuk salat berjamaah di masjid,” harap Abidin.

Semoga ikhtiar Global Wakaf mampu memecah bebatuan di salah satu wilayah penghasil beras terbaik kawasan Sulawesi Selatan ini, dan menjadikannya mata air yang menghidupkan. Insya Allah, sumur wakaf mampu mengalirkan harapan segenap warga dan belasan santri pesantren yang tiap detik menengadahkan munajat. Sumur wakaf, menjadi "zam-zam" yang mengundang rahmat Allah, Tuhan semesta alam. []

Tag

Belum ada tag sama sekali