Sumur Wakaf Permudah Petani Buvuma Bercocok Tanam

Sumur Wakaf hadir sebagai solusi bagi petani yang kesulitan mengairi lahan di Buvuma, Uganda.

sumur wakaf uganda
Sumur Wakaf di Bukiyidi, Distrik Buvuma, Uganda. (ACTNews)

ACTNews, BUVUMA – Buvuma merupakan sebuah distrik yang berbentuk kepulauan di Danau Victoria di wilayah tengah Uganda. Sektor ekonomi utama di Buvuma adalah pertanian. Sebagian besar dari mereka adalah petani kecil. Mereka menggantungkan hidup dengan menanam tanaman tahunan, seperti kopi dan pisang.

Petani di Buvuma juga menanam berbagai tanaman untuk dikonsumsi sendiri. Seperti singkong, jagung, ubi jalar, dan kacang-kacangan. Meski sangat bergantung pada pertanian, nyatanya wilayah Buvuma memiliki krisis air yang cukup parah. Para petaninya sangat kerepotan untuk mendapat air yang cukup guna mengairi lahan mereka.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh otoritas Buvuma, 64 persen penduduknya tidak memiliki akses ke air bersih. Mereka tidak hanya sulit untuk mengairi lahan, namun juga kesulitan memenuhi air untuk konsumsi, beribadah, dan sanitasi. 

Tahun ini, Global Wakaf-ACT berikhtiar meredam krisis tersebut dengan membangun Sumur Wakaf di Buvuma, tepatnya di Bukiyidi. Sumber air ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air untuk bercocok tanam.

"Sumur ini mulai dibangun pada Mei, alhamdulillah pembangunannya selesai pada pertengahan September. Setidaknya sumur ini mampu menjadi sumber air bersih untuk 5.0000 warga di Bukiyidi, Buvuma," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Selasa (21/9/2021).

Firdaus mengatakan, masyarakat sekitar tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mendapat air bersih. Para warga bisa menggunakan air dari Sumur Wakaf untuk dikonsumsi dan berwudu.

"Air bersih dari sumur ini juga diharapkan mampu menekan penyebaran penyakit akibat warga yang terpaksa mengonsumsi air kotor. Seperti kolera, tifus, disentri, dan berbagai penyakit kulit," pungkas Said. []