Sumur Wakaf, Satu Lagi Derma untuk Wasih

Setelah mendapatkan renovasi untuk rumah barunya, Wasih (77), seorang lansia yang hidup seorang diri, kini memperoleh kebaikan lagi dari para dermawan. Satu unit Sumur Wakaf beserta fasilitas MCK-nya telah dibangun untuk melengkapi rumah barunya.

Sumur Wakaf, Satu Lagi Derma untuk Wasih' photo
Wasih melihat tim yang sedang memeriksa kondisi air dari SUmur Wakaf yang baru dibangun. (ACTNews/Muhammad Gunawan)

ACTNews, TEGAL – Global Wakaf – ACT Tegal kembali meresmikan satu unit Sumur Wakaf. Peresmian pada Sabtu (27/6) itu disaksikan pula oleh Kepala Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Satu unit Sumur Wakaf beserta MCK-nya itu diserahkan kepada Wasih (77).

Wasih adalah seorang nenek yang sebelumnya hidup seorang diri di gubuk yang dapat dikatakan kurang layak. Bulan Februari 2020 lalu ia telah menempati rumah baru yang lebih layak dari para dermawan dan ACT Tegal. Kini rumah tersebut semakin lengkap dengan hadirnya sumur dan sarana MCK.

Sorikhi mewakili masyarakat juga merasa bersyukur melihat salah satu warganya kini bisa tinggal di rumah yang lebih pantas. “Saya sebagai Kepala Desa Demangharjo menyampaikan terima kasih kepada ACT, Global Wakaf, dan semua pihak yang telah membantu dari awal pembangunan rumah sampai dengan pembuatan sumur dan sarana MCK. Mudah-mudahan ini semua bisa bermanfaat untuk Nenek Wasih,” ujarnya.


Sorikhi ketika penyerahan Sumur Wakaf di rumah Wasih. (ACTNews/Gun Andriy)

Wasih kini telah menempati hunian yang lebih baik dan dilengkapi fasilitas sanitasi berupa Sumur Wakaf. Melihat aksi nyata yang dilakukan antara para dermawan, Global Wakaf, dan ACT, Siswartono selaku Kepala Cabang ACT Tegal menyampaikan ajakan Wakaf Rame-Rame agar lebih banyak lagi warga yang merasakan maslahat dari wakaf.

“Kepada segenap masyarakat saya mengajak untuk ikut berpartisipasi wakaf dalam program pembangunan Sumur Wakaf bersama Global Wakaf - ACT, agar pembangunan Sumur Wakaf seperti yang didapat Nenek Wasih bisa semakin meluas penerimanya. Termasuk Sumur Wakaf untuk pesantren dan masjid atau musala,” ajak Siswartono.


ACT Tegal pertama kali menengok keadaan Wasih pada bulan Januari lalu. Suaminya sudah tiada, sementara ia juga tidak punya anak untuk menjaganya. Dalam kesehariannya, Wasih dibantu oleh adiknya, Warso, yang tinggal agak jauh. Itu pun sekadarnya, mengingat adiknya juga sudah berusia lanjut.

Para dermawan dan ACT Tegal yang bersimpati pada Wasih akhinya berusaha membantu Wasih dengan merenovasi kembali rumahnya agar layak huni. Ikhtiar itu akhirnya berbuah pada Februari lalu. Wasih kini bisa menikmati masa tuanya di rumah yang lebih layak dari sebelumnya. []


Bagikan