Sumur Wakaf Siap Atasi Kekeringan di Gunungkidul Selama Kemarau

Ketika kemarau panjang datang, warga Kabupaten Gunungkidul akan benar-benar kehabisan air sampai harus membeli seperti yang terjadi pada tahun lalu. Tentu warga tak ingin kesukaran itu berulang lagi. Global Wakaf - ACT DI Yogyakarta berusaha membantu warga Gunungkidul dengan membangun Sumur Wakaf sebagai solusi jangka panjang kekeringan di sana.

Sumur Wakaf Siap Atasi Kekeringan di Gunungkidul Selama Kemarau' photo
Proses pencarian titik penggalian Sumur Wakaf. (ACTNews)

ACTNews, GUNUNGKIDUL – Di beberapa wilayah Indonesia, ketersediaan air bersih masih menjadi masalah tatkala keberadaan air sulit didapat, tidak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Global Wakaf - ACT DI Yogyakarta terus berupaya meredam krisis air bersih di sana dengan membangun Sumur Wakaf di wilayah-wilayah terdampak.

Kamis (1/7), Sumur Wakaf dibangun di Dusun Waduk, Desa Salam, Kecamatan Patu. Menurut penjelasan warga setempat, saat musim kemarau melanda seperti tahun lalu, Dusun Waduk termasuk dusun yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Warga bahkan harus melakukan iuran untuk beli air bersih dari truk tangki milik usaha swasta berkapasitas 5.000 liter.

“Ya maklumlah, kebanyakan warga di sini adalah petani tadah hujan. Jadi pas tidak ada hujan seperti tahun kemarin itu, warga sini juga pada gagal panen,” ungkap Asmuni, Kepala Dusun Waduk.

Memasuki musim kemarau seperti saat ini, segala kebutuhan air di Desa Salam mengandalkan air bersih dari sumur dangkal yang digali dekat sawah. Letaknya 500 meter sebelah barat dari pemukiman warga.


Proses pengeboran Sumur Wakaf di Dusun Waduk. (ACTNews)

“Jadi sumurnya itu dangkal hanya sekitar 3 meter, cuma sudah ada airnya. Airnya itu kemudian dimanfaatkan warga sini menggunakan pipa yang mengalir ke bawah ke rumah-rumah warga. Walaupun saat ini harus diirit (pemakaiannya), biar mencukupi untuk semua warga,” tambah Asmuni.

Namun di saat musim kemarau yang cukup panjang melanda seperti tahun lalu, sumur galian yang terletak di dekat sawah tersebut akan kehabisan air. Hal tersebut menyebabkan warga harus mencari pasokan air bersih dari tempat lain, salah satunya adalah dengan membeli air bersih.

Mengantisipasi kondisi berulang, Global Wakaf – ACT DI Yogyakarta sejak Mei lalu sudah intens melakukan pencairan titik yang memiliki potensi sumber air yang melimpah di sekitaran Dusun Waduk. Setelah dilakukan pencarian dan musyawarah dengan warga setempat, dipilihlah titik di dekat Masjid Al Jihad sebagai lokasi pengeboran dan pembangunan Sumur Wakaf.

Proses pengeboran sempat mengalami berbagai halangan. Kondisi tanah tempat sumur digali, didominasi bebatuan keras berwarna hitam. Beberapa kali tim pengebor harus mengganti mata bor karena rusak saat berusaha menembus bebatuan. “Sehari saja kadang cuma dapat satu sampai dua meter karena sering kena batu,” ungkap Widi dari tim pengebor Sumur Wakaf.


Tetapi kerja keras dari awal Mei itu berbuah hasil pada akhir Juni ini. Satu unit Sumur Wakaf telah selesai dibangun di Dusun Waduk dengan kedalaman 82 meter. Sumber airnya diketahui cukup baik saat tim mencoba mengalirkan airnya dua jam tanpa berhenti.

Menurut penjelasan Asmuni Kepala Dusun setempat, hadirnya air bersih di dusunnya akan dimanfaatkan untuk keperluan Masjid Al Jihad, yang kebetulan letaknya tidak jauh dari lokasi, serta akan dialirkan ke masyarakat padusunan setempat yang terdiri dari 4 RT dan 167 kepala keluarga.

Sementara itu Kharis Pradana selaku Koordinator Program Sumur Wakaf menyampaikan, sumur yang dibangun di Dusun Waduk tersebut menjadi Sumur Wakaf yang ke-30 yang telah dibangun Global Wakaf - ACT DI Yogyakarta di Gunungkidul dan sekitarnya. Selain itu saat ini juga tengah dibangun satu unit Sumur Wakaf di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul untuk membantu mengurai permasalahan air bersih setempat.

“Semua Sumur Wakaf yang telah dibangun di Gunungkidul dan sekitarnya, keseluruhan adalah berkat dari amanah para wakif. Semoga semuanya dapat memberi manfaat yang luas terutama untuk kemudahan akses air bersih masyarakat. Semoga secara perlahan Sumur Wakaf ini mampu mengurai permasalahan air bersih di Gunungkidul,” harap Kharis. []


Bagikan