Sumur Wakaf Siap Atasi Krisis Air Desa Gedong, Semarang

Tiap kemarau, warga Dusun Krajan, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang selalu mengalami krisis air. Namun, tak lama lagi krisis tersebut akan teratasi dengan Sumur Wakaf yang tengah dibangun.

Proses pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Krajan, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Sumur ini dibangun sejak Rabu (16/12) diperkirakan akan selesai satu hingga dua pekan ke depan. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SEMARANG – Di Semarang, tepatnya Dusun Krajan, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, air seakan menjadi barang mahal. Pasalnya, air cukup sulit didapat di kampung ini. Apalagi ketika kemarau datang, sumur gali milik warga yang kedalamannya mencapai 20 meter juga mengering, mata air ada di desa lain yang jaraknya cukup jauh, dan itu pun harus mengantre dengan warga lain yang sama-sama merasakan dampak kekeringan.

Slamet Wardoyo, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Krajan mengatakan, layanan penyedia air minum berbasis masyarakat (Pamsimas) belum ada di desanya. Ada pun sumber air lokasinya di desa lain yang jaraknya hampir 15 kilometer. Inisiatif dari warga pernah muncul untuk melakukan pipanisasi. Sayang, hal tersebut urung diwujudkan karena terbentur biaya yang cukup mahal.

“Untuk warga yang mayoritas sebagai buruh dan petani, biaya pipanisasi tentunya terlampau mahal,” jelas Slamet.

Menanggapi krisis air yang nyaris tiap tahun menghantui warga Dusun Krajan, Global Wakaf-ACT Jawa Tengah telah memulai pembangunan Sumur Wakaf sejak Rabu (16/12). Menggunakan sumur bor, nantinya galian sumur bisa mencapai hingga 100 meter dari permukaan tanah untuk mendapatkan sumber air.

Hamas Rausyanfikr dari Tim Program Global Wakaf-ACT Jateng menjelaskan, pembangunan Sumur Wakaf akan berlangsung satu atau dua pekan ke depan. Waktu ini terbilang lebih lama dibandingkan pembangunan sumur lain karena kondisi tanah dan sumber air yang cukup dalam.

“Kemungkinan di kedalaman 60 meter sudah bisa dapat sumber air. Memang waktu pembangunannya cukup lama, karena kontur tanah didominasi bebatuan sehingga memakan waktu pengeboran,” jelasnya, Kamis (17/12).

Selain Sumur Wakaf, Global Wakaf-ACT juga membangun sarana kebersihan berupa MCK. Nantinya, sumur dan fasilitas ini bisa digunakan secara gratis dan perlu dirawat oleh 150 jiwa penghuni Dusun Krajan. “Sumur dan fasilitas MCK untuk warga Krajan merupakan wujud nyata manfaat wakaf, untuk itu perlu kita jaga bersama,” ajak Hamas.

Sumur Wakaf yang dibangun di Dusun Krajan merupakan sumur ke-46 yang Global Wakaf-ACT bangun di area Jawa Tengah. Sumur ini merupakan sinergi bersama dermawan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh semua orang. Sumur serupa nantinya akan terus hadir di Jawa Tengah dan Indonesia, hingga negara-negera dengan berbagai krisis. Namun, untuk mewujudkan ini semua butuh andil masyarakat yang cukup besar.[]