Sumur Wakaf Solusi Kesulitan Air di Pesantren Miftahussalam

Kesulitan akses mendapat air membuat kegiatan santri di pesantren Miftahussalam terganggu. Kehadiran Sumur Wakaf dari Global Wakaf-ACT menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

sumur wakaf miftahussalam
Santri Pondok Pesantren Miftahussalam sedang berwudu di tempat wudu yang dibangun Global Wakaf-ACT. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BANGKA – Kesulitan air bersih dirasakan para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahussalam, Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Para santri mengandalkan air dari kubangan yang berjarak 100 meter dari pondok.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussalam, Ustadz Agus mengatakan bahwa, kondisi tersebut mempengaruhi kegiatan dan kesehatan para santri. Karena air keruh dan sebenarnya tidak layak digunakan.

“Dulu kami ingin sekali semua santri bisa shalat berjamaah serentak. Namun kondisi sumber air yang jauh dan kurang memadai untuk berwudu, membuat para santri akhirnya salat secara bergantian,” ujar Ustaz Agus, Sabtu (13/11/2021).


Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bangka membangun Sumur Wakaf untuk Pesantren Miftahussalam. Sumur Wakaf ini merupakan sumur wakaf kelima yang telah diresmikan dan masih ada empat sumur wakaf lainnya yang masih proses pembangunan.

Ismunandar Camat Mendo Barat mengatakan, air merupakan elemen penting dalam kehidupan. Kesulitan akses mendapat air membuat kegiatan santri pesantren Miftahussalam terganggu. Sehingga kehadiran Sumur Wakaf dapat menjadi solusi permasalahan tersebut.

“Kami merasa senang dengan adanya Sumur Wakaf ini. Insyaallah sangat membantu kebutuhan air para santri juga masyarakat sekitar,” ungkapnya saat meresmikan Sumur Wakaf di Ponpes Miftahussalam.  

Hingga saat ini, Global Wakaf-ACT terus berikhtiar untuk menghadirkan akses air bersih untuk pesantren juga masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan akses air. Karena akses air yang mudah, membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.[]