Sumur Wakaf Tanggulangi Kekeringan di Klaten

Satu unit Sumur Wakaf kembali diresmikan di Klaten. Sumur yang diresmikan pada Jumat (10/1) tersebut diharapkan dapat diandalkan warga kala kekeringan melanda seperti yang terjadi pada Agustus 2019 lalu.

Sumur Wakaf Tanggulangi Kekeringan di Klaten' photo
Global Wakaf - ACT Solo meresmikan Sumur Wakaf di Dusun Manisrejo RT/RW 009/004, Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat (10/1). (ACTNews/Khoirul Huda)

ACTNews, KLATEN – Setelah melakukan peresmian Sumur Wakaf di Wonosegoro, Boyolali, Desember 2019 yang lalu, Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo kembali meresmikan satu unit Sumur Wakaf di Dusun Manisrejo, Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Bertempat di halaman Masjid Jami Abdul Lathif, sumur yang diresmikan pada Jumat (10/1) itu, merupakan salah satu upaya dalam menanggulangi krisis air bersih di musim kemarau.

Ardian Sapto dari Tim Penanggung Jawab Sumur Wakaf di Wonosegoro, menjelaskan bahwa pembangunan Sumur Wakaf  tersebut merupakan kolaborasi kemanusiaan bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Klaten.

Sebelum adanya pelaksanaan program pembangunan Sumur Wakaf tersebut program yang intensif dilakukan di musim kemarau ialah distribusi bantuan air bersih. Air dibawa dengan menggunakan Humanity Water Tank, mobil tangki yang dimiliki ACT Solo untuk memberikan pelayanan bantuan air bersih di pelosok Solo Raya yang mengalami bencana kekeringan di musim kemarau pada Agustus 2019 lalu.


“Sumur wakaf ini merupakan titik ke
dua yang ACT Solo resmikan setelah sumur wakaf yang ada di Wonosegoro, harapan kami di kemudian hari ialah sumur ini bisa berfungsi secara optimal dan terus mengalirkan air kebahagiaan serta masyarakat sudah tidak perlu cemas dan khawatir ketika musim kemarau” ujar Ardian.


Perwakilan desa, pejabat setempat, dan wakif, berfoto bersama. (ACTNews/Khoirul Huda)

Sedangkan Septi Endrasmoro selaku Kepala Cabang Global Wakaf-ACT Solo menerangkan bahwa Dusun Manisrejo, Desa Temuireng tersebut merupakan daerah yang mengalami kekeringan yang cukup parah di Kabupaten Klaten.

“Kondisi karakteristik tanah yang banyak batuannya menjadi kendala pengeboran, dan membuat mata bor saat itu sampai patah sehingga harus dilakukan modifikasi. Allhamdullillah setelah melakukan modifikasi, pengeboran berhasil dilakukan sampai kedalaman 130 meter dan sudah bisa mengeluarkan air bersih,”  ujar Septi.

Sementara itu Luky Priyanto sebgai Kepala KPP Pratama Klaten menuturkan bahwa atas nama instansi mempunyai harapan besar, agar bisa bermanfaat secara sosial untuk masyarakat Klaten. Ia memilih Global Wakaf – ACT karena telah terbukti nyata dalam kiprahnya sebagai lembaga sosial.

“Kami menggandeng pihak act karena memiliki pengalaman dan terpercaya sebagai lembaga sosial. Alhamdulillah untuk pembangunan Sumur Wakaf ini juga berjalan dengan lancar. Semoga Global Wakaf – ACT dapat berlanjut terus dan memberi manfaat banyak pihak,” tutur Luky.

Kini Sumur Wakaf di Dusun Manisrejo bermanfaat dalam mengalirkan air kepada 420 jiwa. Tak hanya pengeboran Sumur Wakaf akan tetapi ACT Solo bersama KPP Pratama Klaten juga memberikan bantuan pembangunan MCK untuk dimanfaatkan untuk kebutuhan sanitasi warga sekitar. []

Bagikan