Sumur Wakaf Topang Kehidupan Keluarga di Tasikmalaya

Rumah-rumah yang dialiri air dari Sumur Wakaf tidak mesti mencari air di sungai lagi dan tidak mesti bingung ketika kekeringan.

Sumur Wakaf Topang Kehidupan Keluarga di Tasikmalaya' photo

ACTNews, TASIKMALAYA - Sumur Wakaf yang ada di samping rumah warga itu seperti sumur pribadi. Letaknya hampir berdempetan dengan rumah salah satu warga. Beberapa baskom cucian ada di lantai sumur yang terletak di Kampung Culamega Jaya, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya.

Tetapi siapa sangka sumur tersebut mengairi empat rumah di sekitar sana. Idoh, salah satu warga yang tinggal di seberang sumur tersebut, sering menggunakannya untuk kebutuhan MCK ataupun konsumsi.

“Suka saya pakai memang, untuk mencuci ataupun buat memasak. Sekarang sehari-hari Sumur Wakaf ini dipakai untuk keperluan empat rumah, tapi kalau kemarau dan kekeringan seperti sekarang, warga sekitar juga suka mengambil air dari sini,” kata Idoh, Kamis (1/8) lalu.

Air-air yang dialirkan menggunakan pipanisasi ini sudah mengairi rumah-rumah warga sejak tahun 2015 lalu. Idoh mengaku, empat rumah yang menggunakan air dari sumur tersebut, merawatnya bersama-sama.


“Perawatannya paling rutin kita itu memastikan listriknya selalu cukup agar pompanya bisa terus menyala dan mengalirkan airnya terus ke empat rumah ini. Karena nanti kan kembalinya ke kita juga. Terus kita bersihkan juga sumurnya dan yang membersihkan ya, kita-kita yang pakai sumur ini,” ujar Idoh.

Pada tahun-tahun sebelum adanya Sumur Wakaf ini, Idoh selalu mengambil air di sungai yang terletak di bawah kampung tersebut. Air di sungai itu memang tak pernah sampai kering walaupun musim kemarau sekalipun, beda dengan sumur galian warga yang selalu kering ketika kemarau. Tetapi buat Idoh, mengambil air berjumlah lebih dari satu jeriken dari sungai adalah hal yang cukup merepotkan.

“Alhamdulillah, semenjak ada Sumur Wakaf kita sudah tidak ambil air ke bawah desa ini lagi. Agak jauh ke bawah, kan repot. Apalagi kalau musim kemarau, kita untuk keperluan air harus ambil ke bawah sana jam tiga pagi,” ceritanya.

Kini mereka tak perlu pergi ke sungai lagi. Idoh mewakili ketiga warga lainnya hari itu merasa sangat berterima kasih kepada Global Wakaf dan para wakif dengan hadirnya Sumur Wakaf di sekitar tempat mereka hari itu. Ia berharap ke depannya sumur-sumur ini ada di tempat lainnya di desa mereka yang memang membutuhkan air.

“Terima kasih untuk Global Wakaf dan para wakif. Sejak ada Sumur Wakaf, warga di sini sudah tidak kekurangan air lagi, terutama kalau di musim kemarau seperti ini. Saat ini musim kering, tapi air kami selalu mengalir,” ujar Idoh. [] 

Bagikan