Sumur Wakaf Ukir Senyum Para Petani di Sigi

Saat ini ACT Sulawesi Tenggara memfokuskan pembangunan Sumur Wakaf yang membantu sektor pertanian di wilayah Kabupaten Sigi. Sebab, ribuan hektare sawah di wilayah itu kekeringan karena jaringan irigasi rusak akibat gempa.

Sumur Wakaf Ukir Senyum Para Petani di Sigi' photo
Salah seorang petani penerima manfaat Sumur Wakaf Pertanian di tengah ladangnya. (ACTNews)

ACTNews, SIGI – Kehadiran Sumur Wakaf menjadi angin segar bagi petani di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Potoya dan Karawana, Kecamatan Dolo. Sebagian warga yang lahan pertaniannya mengalami kekeringan panjang akibat rusaknya jaringan Irigasi Gumbasa karena bencana gempa pada 2018 silam, sudah mendapatkan air bersih melalui program Sumur Wakaf Pertanian.

Dengan demikian, mereka bisa berdaya kembali dalam menjalankan aktivitas agrarisya. Pasalnya, sebagian besar warga di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Potoya dan Karawana, menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian.

Saat ini, di dua desa tersebut, Sumur Wakaf Pertanian telah hadir dan siap mengalirkan keberkahan untuk masyarakat. Bahkan di Desa Potoya sendiri sudah merasakan manfaatnya selama enam bulan terakhir ini.

Adalah Muhammad Ikbal, seorang Anggota Kelompok Tani Lonja Permai, yang senang dengan kehadiran Sumur Wakaf Pertanian ini. Menurutnya, manfaat sumur begitu dirasakan oleh warga. Mereka bahkan sudah tiga kali panen untuk komoditi jagung.


Salah seorang penerima manfaat sedang memberikan makan kepada terbak ikannya. (ACTNews)

"Kami sangat senang, alhamdulillah atas kepedulian Global Wakaf – ACT Sulawesi Tengah, karena memang pascagempa warga sangat susah. Bahkan banyak yang bekerja serabutan untuk menghidupi keluarga," ungkap Ikbal, Ahad (7/6) lalu.

Dengan adanya Sumur Wakaf Pertanian tersebut, menurut Ikbal semuanya bisa bangkit bahkan aktivitas pertanian lebih bergeliat dibanding sebelum terjadinya bencana. "Sekarang warga lebih semangat lagi bertani, meskipun memang belum semuanya tersentuh bantuan yang sama. Sebenarnya masih banyak warga yang sangat membutuhkan bantuan sumur dangkal lebih-lebih sumur dalam," tuturnya.

Selain di sektor pertanian, keberadaan Sumur Wakaf Pertanian juga dimanfaatkan warga untuk membudidayakan ikan air tawar. Hasilnya pun cukup menguntungkan. Ia berharap agar warga yang belum dapat bantuan bisa secepatnya tersentuh, sambil menunggu perbaikan jaringan Irigasi Gumbasa.

"Kami sangat berterima kasih kepada ACT karena berada di garis terdepan memperhatikan kami yang serba kesulitan ini," tukas Ikbal.

Hal senada yang diungkapkan oleh Adhan, Ketua Kelompok Tani Sinar Harapan 2 Desa Karawana. Saat ini, kelompok tani yang dipimpinnya itu mendapat bantuan 5 titik sumur dangkal. Sebanyak 3 titik masih dalam pengerjaan, sementara 2 titik sumur yang sudah selesai namun belum dimanfaatkan.


Lima titik sumur dangkal, menurut Adhan diperkirakan akan menjangkau lahan pertanian seluas 15 hektare. "Kami syukuri saja apa yang ada, dalam waktu dekat ini kami akan mengolah lahan terlebih dahulu karena sudah masuk musim penghujan," pungkasnya.

Hanya saja ada beberapa sumur yang belum dimanfaatkan karena anggota kelompok tani masih memikirkan tanaman apa yang cocok untuk dibudidayakan. Penyebabnya utamanya ialah masih banyak hewan ternak yang berkeliaran di lahan pertanian tersebut.

Untuk diketahui, saat ini Global Wakaf - ACT Sulawesi Tengah memfokuskan pembangunan Sumur Wakaf Pertanian yang membantu sektor pertanian di wilayah Kabupaten Sigi. Sebab, ribuan hektare sawah di wilayah itu kekeringan karena jaringan irigasi rusak akibat gempa.

“Selain Sumur Wakaf Pertanian, ada beberapa tipe Sumur Wakaf juga yang juga sedang dikerjakan di sejumlah wilayah yang terdampak bencana. Seperti Sumur Wakaf Keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dan Sumur Wakaf yang dibangun lengkap dengan MCK dan tempat wudu,” ungkap Nurmanjani Loulembah, Kepala Cabang Global Wakaf - ACT Sulawesi Tengah. []


Bagikan