Surat Cinta Dermawan Cilik Madiun untuk Palestina

Di atas secarik kertas, Tsabita, Rizal, dan Yusuf, anak asal Madiun, menuliskan dukungan untuk Palestina. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk ungkapan kasih sayang kepada penduduk Palestina yang tengah dijajah.

1
Secarik kertas yang bertuliskan dukungan dari Tsabita, Rizal, dan Yusuf asal Madiun untuk penduduk Palestina. (ACTNews)

ACTNews, MADIUN Meningkatnya agresi Israel terhadap Palestina di momen akhir Ramadan lalu mendatangkan banyak respons dari berbagai belahan dunia. Warga dunia ramai-ramai menentang penjajahan tersebut. Tak terkecuali di Indonesia. Berbagai kalangan ikut bersuara dan melakukan berbagai langkah nyata.

Kepedulian untuk Palestina salah satunya ditunjukkan oleh tiga bersaudara asal Madiun yakni Tsabita Az-Zahro, Muhammad Rizali Ramadhan , dan Imam Yusuf Al-Fatih. Di awal Juni ini, mereka menyambangi Kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) Madiun untuk menyerahkan THR Lebarannya untuk didonasikan ke Palestina, khususnya untuk anak-anak. Sedekah dari tiga anak ini berangkat dari keprihatinan dan kepedulian mereka atas kondisi negeri tempat kiblat pertama umat Islam ini sekarang.

Selain sedekah THR, Tsabita, Rizal, dan Yusuf juga menyisipkan surat cinta untuk Palestina dalam bahasa Inggris yang isinya tentang semangat untuk penduduk Palestina dan doa yang bakal terus mengalir dari Indonesia. Ketiga bocah ini merupakan anak dari donatur ACT.

“Saya malah tidak tahu kalau mereka sampai nulis surat dalam Bahasa Inggris begitu,” cerita sang ibu.

Dukungan dari anak-anak untuk Palestina memang belakangan sering ACT terima. Sebelum Tsabita, Rizal, dan Yusuf, ada Kieran (6) dan Kaleev (4) asal Bekasi yang pada akhir Mei lalu menyerahkan uang yang didapatkan usai lebaran untuk Palestina. Bersama orang tuanya, mereka berdua datang langsung ke Kantor Pusat ACT di Menara 165, Jakarta Selatan. Hal yang sama juga pernah dilakukan bocah asal Aceh yang mendukung Palestina.

Gemuruh semangat untuk Palestina memang tidak mengenal batasan, termasuk usia dan tempat tinggal. Siapa saja bisa mendukung dalam berbagai bentuk. “Animo masyarakat memang begitu besar merespons penyerangan brutal Israel terhadap Palestina. Mereka datang tidak hanya dari kalangan dewasa, tapi juga anak-anak. Ini sungguh luar biasa,” ungkap Wahyu Sulistianto Putro, Kepala Cabang ACT Madiun.

Nantinya, sedekah yang Tsabita, Rizal, Yusuf dan anak-anak lain akan diimplementasikan untuk penduduk Palestina dalam berbagai program. ACT melalui cabangnya di Gaza telah menyediakan berbagai program di berbagai penjuru Palestina, termasuk Gaza dan Yerusalem. Armada kemanusiaan telah tersedia di sana dan akan terus bertambah seiring datangnya dukungan masyarakat Indonesia. Bantuan untuk keluarga, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya secara reguler juga diberikan untuk menopang kehidupan mereka di tengah penjajahan.[]