Suriah masih Berdarah, Rumah Sakit kembali Jadi Target Serangan

Suriah masih Berdarah, Rumah Sakit kembali Jadi Target Serangan

ACTNews, IDLIB - Tidak ada yang bisa menduga, memprediksi, atau mengira dengan logika apapun, kapan rudal dan roket yang dihempas dari jet udara itu berhenti berdentum di atas rumah-rumah warga Suriah. Apapun analisis juga pernyataan yang berujar bahwa Suriah sudah lebih baik ketimbang hari kemarin, berarti si penutur kabar itu tak menyimak Suriah lebih jauh. Mereka tak menilik Suriah dari sisi lain yang mungkin kini hampir terlupa.

Setelah Aleppo, kini Idlib menjadi target serangan. Ledakan dan dentuman roket bersahutan itu sudah menjadi hal biasa di Idlib. Berkaca dari serangan di Idlib, jelas sudah konflik di negeri Suriah sama sekali belum berakhir

Faktanya, Bumi Syam itu masih terus bergemuruh sampai hari ini. Rudal dan roket masih dihempas dan mengejar target di darat dengan presisi serangan yang luarbiasa. Katanya, rudal dan roket itu diluncurkan oleh Pemerintahan Assad dibantu pasokan jet tempur milik Rusia, tujuannya tak lain “melumpuhkan basis oposisi” di Idlib.

Tapi, dunia harusnya bertanya, mengapa serangan peluru kendali itu mengarah tepat di atap-atap rumah sakit? Mengapa roket itu diarahkan langsung untuk membumihanguskan bangsal-bangsal rumah sakit?

Apapun urusan dan perundingan yang digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di atas meja perundingan di Jenewa maupun di New York, nyatanya tak pernah bisa menghasilkan apapun yang menenangkan hati. Perundingan digelar, ditutup, lalu digelar kembali nihil hasil. Untuk sekadar meredam emosi dan ego masing-masing pihak yang berseteru di Suriah tak pernah berhasil, apalagi untuk menghentikan sepenuhnya konflik?

Lewat sambungan pesan singkat, mitra Aksi Cepat Tanggap yang berbasis di perbatasan antara Idlib dan Turki mengabarkan eskalasi konflik yang makin memanas dalam satu minggu terakhir.

“Ledakan terjadi setiap hari di Idlib. Suasana makin mencekam sejak beberapa minggu kemarin. Rudal dan roket itu diluncurkan tepat mengarah ke area infrastruktur vital,” seru Abou Hasan (bukan nama sebenarnya), seorang Mitra ACT di Idlib.

Abou Hasan sebagai jejaring penghubung kabar ACT dengan Idlib mengatakan, rudal tanpa ampun menghajar infrastruktur umum sepanjang hari-hari kemarin.

“Targetnya jelas mengarah ke sekolah, dan fasilitas medis. Beberapa rudal yang meleset sekian meter dari target juga menghantam rumah warga. Paling banyak jelas perempuan dan anak kecil menjadi korban,” ungkapnya.

Lebih kejam lagi, deru jet-jet tempur itu melesat tepat di atas pemukiman padat penduduk di Idlib. “Hari kemarin jet itu melintas rendah di atas pemukiman padat. Setelah itu hanya ada suara ledakan yang berdentum keras sekali di tengah malam,” kisah Abou Hasan.

Idlib diserang rudal di seluruh penjuru kota

Baru Sabtu malam kemarin (30/9) serangan brutal dari jet tempur Assad dan Rusia itu menghantam telak pemukiman padat penduduk di Idlib. Ironisnya, jarak dari pemukiman padat di Idlib itu hanya selemparan batu dari perbatasan wilayah sebelah timur Turki. Di atas peta, Idlib memang berbatasan langsung dengan wilayah Reyhanli dan Antakya di Turki.

Melansir laporan yang dihimpun mitra ACT dari Suriah, sedikitnya 28 penduduk sipil tewas karena serangan di wilayah Armanaz Idlib, malam Minggu kemarin. Dari jumlah itu, termasuk di antaranya empat orang anak-anak Suriah tewas jadi korban tak bersalah.

Tetapi hanya berjarak menit kemudian, serangan kedua kembali meledak. Rudal jelajah kembali diarahkan ke kerumunan. Digendong dan dihempas dari bagian bawah pesawat tempur Sukhoi milik militer Suriah dan Rusia, rudal jelajah itu mengarah tepat ke arah kerumunan tim medis dan tim penyelamat yang sedang membantu mencari korban jiwa pasca serangan pertama.

Kantor Berita Anadolu menulis, serangan kedua di Armanaz itu memicu korban jiwa jauh lebih besar. Setidaknya 40 warga sipil tewas termasuk petugas penyelamat, sementara 70 lainnya dilarikan ke rumah sakit karena serpihan ledakan.

Selain serangan di Armanaz, mitra ACT di Idlib juga mengabarkan tentang serangan helikopter di kota kecil Ma'arat Masreen, Idlib. Serangan brutal jarak pendek dari heli itu membunuh 4 warga sipil, di antaranya 3 orang anak dan 1 perempuan.

“Sejak akhir September sampai hari ini ledakan rudal dan roket menghujani wilayah Abu al-Hathur, al-Beshiriya, al-Najeiah, Sad al-Shajar, Jisr al-Shughour, rata di sisi barat maupun timur Idlib,” ungkap perwakilan mitra ACT di Idlib dalam sebuah pesan singkat.

Al Jazeera menulis, rudal tanpa henti dari jet Suriah dan Rusia di atas Idlib merupakan bentuk respons serangan balik. Sebelumnya, di pertengahan September kemarin pasukan oposisi pemerintah Assad mengarahkan teror bomnya di kompleks pemerintahan, di sebelah Barat Laut Suriah.

Apapun alasan serangan itu, tak pernah bisa dimaafkan. Ego dan emosi yang diarahkan di atas pemukiman sipil jelas merupakan kejahatan kemanusiaan. Assad dan sekutunya Rusia dengan amat sangat sengaja mengarahkan rudal itu ke atas pemukiman sipil ataupun rumah sakit.

“Rumah sakit yang banyak tersebar di sebelah selatan Idlib tidak ada yang luput dari rudal. Menghancurkan rumah sakit berarti membunuh semua populasi secara perlahan. Bagaimana bisa kami selamat jika obat dan alat-alat rumah sakit semuanya ikut luluh lantak? Ke mana lagi ada pasokan obat ketika korban luka harus dirawat?” pungkas perwakilan mitra ACT di Idlib. []

Tag

Belum ada tag sama sekali