Survei: 94 Persen Warga Palestina Pernah Mendapat Tindakan Rasisme dan Diskriminatif dari Israel

Survei yang dikeluarkan oleh Progressive Center for Religion and State TCPC menunjukkan bahwa 94 persen warga Palestina yang tinggal di area yang dikuasai Israel, pernah mendapat perlakuan rasisme dan diskriminatif.

israel rasis dan diskriminatif
Ilustrasi. Warga Palestina kerap menerima perlakuan rasis dan diskriminatif dari Israel. (Reuters/Mussa Qawasma)

ACTNews, PALESTINA – Sebuah survei dari Progressive Center for Religion and State (TCPC) menunjukkan bahwa 94 persen warga Palestina yang tinggal di tanah yang diduduki Israel pernah menjadi sasaran rasisme dan diskriminasi. Tindakan tersebut mereka terima dari pemukim maupun otoritas Israel.

Survei yang dirilis pada Hari Internasional untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial yang diperingati setiap tahun pada tanggal 21 Maret tersebut, menunjukkan bahwa selama ini warga Palestina setiap harinya mendapat tindakan ketidakadilan dari Israel.

Dari survei tersebut, diketahui bahwa 69 persen responden menyatakan mereka pernah menjadi sasaran rasisme dan diskriminasi Israel di tempat umum. Sementara 41 persennya mengatakan mereka menjadi sasaran rasisme di institusi akademik.

Terungkap pula bahwa 26 persen responden juga mengatakan mereka menderita perlakuan rasisme di tempat kerja, dan 11 persen mengatakan mereka didiskriminasi di tempat komersial.

Sebanyak 65 persen warga Palestina juga menyatakan bahwa kartu identitas mereka selalu diperiksa untuk melakukan berbagai aktivitas, 59 persen mengaku pernah dipaksa menjalani pemeriksaan keamanan, dan 58 persen responden pernah diinterogasi dan dipaksa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tidak biasa.

Sementara itu, 75 persen responden merasa bahwa tindakan diskriminatif dan rasisme yang mereka terima, sangat mempengaruhi martabat mereka, dan 73 persen mengatakan perlakuan tersebut mempengaruhi keamanan pribadi mereka.

Akibat tindakan diskriminatif dan rasisme itu pula, sebanyak 67 persen responden mengaku takut dan menahan diri untuk melamar pekerjaan.

Direktur pusat TCPC Samah Darwish mengatakan, hasil survei ini mengungkapkan tingkat rasisme di Israel yang tinggi dan menimbulkan keprihatinan besar, serta seharusnya mendapat perhatian masyarakat internasional.[]