Susyanti: Bantuan Ini Pasti dari Allah

Mimpi Susyanti untuk menyekolahkan anak-anaknya ke pondok pesantren menjadi motivasinya untuk terus bekerja. Jatuh bangun ia menoperasikan warung sembako, bahkan sampai sempat berutang karena kekurangan modal. Namun di tengah kesulitan ini, amanah para dermawan datang padanya lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf - ACT (ACT).

Susyanti: Bantuan Ini Pasti dari Allah' photo
Susyanti menerima bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf - ACT. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Mimpi Susyanti (43) tidak muluk-muluk. “Saya ingin lebih baik dalam beribadah,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Ibu dari tiga anak itu terharu dengan adanya program Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf – ACT. Baginya, modal tersebut adalah jalan pertolongan dari Allah atas kesulitan yang ia alami saat ini.

Susyanti berjualan sembako sejak 22 tahun yang lalu dengan modal awal hanya Rp 200 ribu. Bersama almarhum suami pertama, ia berhasil mengembangkan usaha hingga bisa berjualan skala partai. Namun, sejak sang suami meninggal, pelanggan jadi semakin sedikit. Ditambah kebutuhan sekolah anak-anaknya yang makin besar, membuat Susyanti terpaksa berutang di bank. “Untuk modal dan kebutuhan anak-anak sekolah,” tutur Susyanti ditemui di rumahnya di Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, pada Jumat (11/9) itu.

Mimpinya untuk menyekolahkan anak-anaknya ke pondok pesantren menjadi motivasinya dalam bekerja. Mimpinya sampai karena anak keduanya sedang menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di Banjarbaru. Sedangkan anak pertama masih harus menyelesaikan kuliah tingkat akhir di Politeknik Negeri Banjarmasin. Ditambah ia kini memiliki suami lagi yang sehari-hari berjualan mi ayam keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tetapi saat pandemi Covid-19 merebak pertama kalinya pada enam bulan yang lalu, warung Susyanti sepi pembeli. Modal usaha terpakai untuk kebutuhan konsumsi. Akhirnya ia memutuskan untuk memindah tempat jualannya. Ia menyewa sebuah rumah di dalam Gang Hidayah yang pada akhirnya membuatnya kembali mesti mengeluarkan uang dan memperpanjang pinjaman di bank.


Warung sembako Susyanti. (ACTNews)

Susyanti merasa usahanya mulai limbung. Modal banyak terpakai untuk makan. Meski demikian, Ia tak gentar untuk berbagi. Sejak tiga bulan yang lalu, ia rutin berbagi nasi bungkus gratis setiap hari Jumat. “Saya punya sakit maag yang mengharuskan minum obat rutin. Karena keuangan susah begini, saya ikhtiarkan dengan bersedekah saja. Alhamdulillah maagnya sudah jarang kambuh,” senyumnya sumringah.

Hadirnya Wakaf Modal Usaha Mikro, bagi Susyanti adalah pertolongan dari Allah. “Pas banget kondisi sedang oleng begini. Bingung gimana menjalankan usaha di tengah pandemi. Alhamdulillah ada wakaf,” pungkasnya. Dengan Wakaf Modal Usaha Mikro tersebut Susyanti bisa menambah dagangannya.


Retno Sulisetiyani selaku Koordinator program ACT Kalimantan Selatan pun berharap, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program ini sehingga para pelaku usaha kecil seperti Susyanti bisa menjalankan usahanya dengan lebih lancar dan tentunya lebih berkah.

”Kami mengajak kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal Usaha Mikro, mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Retno. []

Bagikan