Sutriati: Terima Kasih Humanity Food Truck Sudah Temani Sahur Kami

Bantuan sajian sahur dari Humanity Food Truck amat disyukuri Sutriati, seorang tukang sayur keliling di Ciputat, Tangerang Selatan.

Sutriati saat menerima bantuan hidangan sahur dari Humanity Food Truck. (ACTNews/Rizki Febianto)
Sutriati saat menerima bantuan hidangan sahur dari Humanity Food Truck. (ACTNews/Rizki Febianto)

ACTNews, TANGERANG SELATAN — Saat orang lain masih terlelap, Sutriati (64) sudah berjibaku dengan tanah becek di pasar. Ia berbelanja berbagai jenis sayuran untuk dijual kembali. Saat jam menunjukkan pukul 04.00 WIB, ia harus kembali ke kontrakannya di Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, untuk bersiap berjualan. Satu per satu sayuran yang telah dibelinya di pasar, ia taruh ke gerobak usangnya.

Menurut Sutriati, ia akan mulai berjualan sayur keliling pada pukul 05.30 pagi, hingga waktu zuhur tiba. Namun, semenjak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia, ia mengaku harus memperpanjang jam kelilingnya. “Biasanya bisa sampe jam setengah dua (siang), karena kalau jam 12 sudah pulang mah sisa (dagangannya) banyak,” ujar Sutriati, Kamis (28/4/2021).

Lebih lanjut, Sutriati menuturkan, ia tidak akan berkeliling ke perumahan warga sekitar jika sudah pukul 12.00 ke atas. “Soalnya udah pada masak di jam segitu, jarang ada yang beli. Saya mending di pinggir jalan-jalan saja, karena banyak yang lewat. Allhamdulilah kalau ada yang beli satu atau dua,” tuturnya.

Diakuinya, penghasilannya juga jauh berkurang dibandingm sebelum pandemi Covid-19. Padahal, wanita kelahiran Kebumen, Jawa Tengah ini memiliki tiga anak, yang mana dua di antaranya masih sekolah dan butuh biaya untuk keperluan sekolahnya. Mau tak mau ia pun harus menghemat pengeluarannya selama setahun belakangan agar anak-anaknya bisa terus lanjut bersekolah.

"Sekarang udah enggak pernah beli yang macam-macam. Anak kadang minta beli baju lebaran juga belum bisa dituruti," cerita Sutriati.

Untuk makanan pun, ia juga hampir tidak pernah beli di warung atau sejenisnya. Ia lebih memilih mengolah sayur dagangannya yang tidak laku, untuk dimakan bersama dengan keluarga. Saat sahur dan berbuka puasa pun juga begitu. Tidak seperti orang kebanyakan yang sering berburuk takjil atau mencari makanan yang mengunggah selera, keluarga Sutriati lebih memilih makan dari dagangannya sendiri.

Maka, saat Humanity Food Truck milik ACT datang dan memberikannya bantuan hidangan sahur, ia pun nampak senang dan bersyukur. Sebab, ia bisa kembali merasakan hidangan lezat yang bukan berasal dari sayur dagangannya. Sutriati, yang pertama kali melihat Humanity Food Truck ini, berharap agar aksi bantuan pangan bisa dilakukan setiap hari. "Terima kasih Humanity Food Truck Aksi Cepat Tanggap, sudah hadir menemani sahur dan menyediakan makanan bergizi. Saya doakan agar terus sukses dan lebih berjaya lagi," katanya.[]