Syekh Ahmad Ajak Jemaah Masjid Al-Hidayah BCC Peduli Palestina

Syekh Ahmad Ajak Jemaah Masjid Al-Hidayah BCC Peduli Palestina

ACTNews, BOGOR – Selepas salat Jumat yang lalu, jemaah Masjid Al-Hidayah BCC Bogor tetap duduk di tempatnya. Sebagian dari mereka merapat ke depan, sementara yang lainya duduk berpencar di beberapa titik di belakang. Hal tersebut mereka lakukan demi mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Syekh Ahmad An-Najjar, Direktur Hubungan Luar Negeri - Kementrian Pendidikan Palestina, Jumat (1/3).

Pria yang kerap disapa Abu ‘Aesy tersebut datang ke Indonesia bersama dengan 7 orang syekh lain dari Palestina dalam rangka roadshow ke berbagai kota di Indonesia dengan tajuk "Indonesia Selamatkan Palestina". Dalam khutbahnya, Syekh Ahmad memaparkan banyak hal mengenai krisis, konflik, dan permasalahan yang terjadi di Palestina, tepatnya di Kota Al-Quds, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Krisis di Masjid Al-Aqsa ikut mendapatkan penekanan.

“Palestina bukan hanya milik rakyat Palestina saja dan Masjid Al-Aqsa bukan hanya milik bangsa Arab saja, namun milik seluruh umat Islam. Dan kini Masjid Al-Aqsa dalam bahaya,” tegas Syekh Ahmad.

Selama acara berlangsung, terlihat para jama’ah sangat serius mendengarkan paparan Abu ‘Aesy sembari menyaksikan foto-foto yang ditampilkan melalui proyektor. Tidak jarang di antara mereka terlihat berkaca-kaca saat ditampilkan foto-foto yang menunjukan kekejaman zionis atas rakyat Palestina.

Fery, salah seorang jama’ah Masjid Al-Hidayah mengaku terharu setelah menyaksikan paparan dari Syaikh Ahmad. Menurutnya dari dulu isu Palestina belum ada perkembangan yang signifikan. “Ya boleh dibilang perkembanganya, begitu-begitu aja yah dari dulu. Artinya ya ga ada improvementnya ya gitu”, paparnya, Jumat (1/3).

Anton selaku Ketua DKM Masjid Al-Hidayah BCC menyatakan bahwa perjuangan rakyat Palestina itu bukan hanya dengan harta mereka, namun juga dengan diri mereka. “Kita membayangkan kalau itu terjadi dengan diri kita, bagaimana? Perjuangan mereka itu bukan lagi harta, tapi sudah nyawa,” seru Anton.

Ia berharap agar Masjid Al-Aqsa kembali ke tangan umat Muslim sehingga umat Muslim segera dapat berziarah ke sana. “Harapannya, semoga kita semua bisa berziarah ke Masjid Al-Aqsa," ungkap Anton.

Sementara Fery, salah satu jemaah, berpendapat sebaiknya Indonesia aktif memberikan dukungan bagi Palestina. “Ya sebaiknya memang Indonesia harus lebih berperan aktif. Yang pasti sementara ini kita dukung dengan doa. Kita kuatkan untuk saudara-saudara kita di Palestina," katanya.

Eka Citra Saputra dari tim ACT memaparkan, khutbah Jumat kala itu diadakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia mengenai kondisi terbaru di Palestina. “Memberikan edukasi kepada ummat berkaitan dengan kondisi terkini Palestina, penjelasan mengenai program ACT di palestina dan tentu saja untuk mengoptimalkan kepedulian umat untuk terus membersamai rakyat Palestina,” papar Eka.

“Ini bukan kali pertama Masjid Al-Hidayah berkolaborasi dengan ACT. Sinergi kemanusian sudah berjalan sejak beberapa tahun belakangan. Kami bersama menggerakkan kepedulian untuk Lombok, Palu Sigi Donggala, tsunami Selat Sunda, Rohingya, Suriah, dan saat ini Palestina. ACT berharap Masjid Al-Hidayah akan terus berkolaborasi dengan ACT membersamai saudara-saudara kita di Indonesia dan di dunia Islam,” pungkas Eka. []