Syukur Aminah dan Dedi Tempati Rumah Baru

Bangunan rumah yang dinding dan tiang yang kokoh itu merupakan hunian baru bagi Aminah dan Dedi, pasangan suami istri prasejahtera asal Tasikmalaya. Sebelumnya, mereka tinggal di rumah tak layak huni yang nyaris roboh karena tak pernah tersentuh perbaikan akibat tak adanya dana.

Rumah baru Aminah dan Dedi di Padakembang, Tasikmalaya. Bangunan yang saat ini telah kokoh sudah dihuni oleh pasangan prasejahtera ini. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Setelah proses pembangunan lebih kurang satu bulan, di pertengahan Agustus 2020, rumah baru untuk Aminah, perempuan yang mengalami strok serta prasejahtera, sudah bisa ditempati. Bangunan yang dicat hijau, putih serta oranye dan berdiri di Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Tasikmalaya itu kini telah layak huni. Lantainya menggunakan keramik, dinding bata menjadi tembok kokoh, kusen serta kaca untuk jendela menjadi pelengkap. Begitu juga ruang tamu, kamar tidur, dapur, serta kamar mandi yang kini kondisinya rapi. Rasa syukur tak pernah lepas dari Aminah serta Dedi, sang suami yang bekerja sebagai pedagang makanan ringan keliling.

Aminah merupakan perempuan yang sudah lama mengalami strok dan memengaruhi kondisi fisiknya. Ia sulit menggerakkan tubuh serta berbicara. Ekonomi yang prasejahtera membuat perawatan medis untuk Aminah tak dapat dipenuhi. Suami yang bekerja sebagai penjaja makanan ringan pun tak berpenghasilan cukup untuk mengobati istrinya. Bahkan, sebelum dibangun kembali, Aminah dan Dedi tinggal di rumah yang tak layak huni.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa tinggal di rumah baru,” ungkap Dedi, Senin (17/8).

Selama pembangunan, Aminah dan Dedi tinggal untuk sementara di kontrakan yang ada di belakang rumah mereka. Dedi, sang suami, pun lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang istri di rumah kontrakan itu. Ia yang bekerja sebagai penjual makanan ringan, kini kehilangan banyak pelanggan. Pandemi Covid-19 menjadi alasan. Anak-anak di sekolah-sekolah tempat biasa Dedi berjualan saat ini dirumahkan untuk sementara waktu untuk memutus rantai sebaran virus. Hal ini juga yang kemudian memutus pendapatan Dedi.

“Selama corona ini sepi banget yang beli. Enggak ada anak-anak di sekolahan. Paling keliling kampung, itu juga belum tentu ada yang jual. Makanya ikut libur dulu deh, kalau tetap jualan malah rugi,” jelas laki-laki yang berdagang jamur krispi ini.

Saat ini, tak tampak lagi bekas bangunan lama rumah Aminah. Sudah tak terbayang lagi bentuk rumah lamanya karena telah berubah total. Fauzi Ridwan dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya mengatakan, rumah lama Aminah telah dirobohkan karena memang sangat sudah tak layak huni. Jika hanya direnovasi, jelas Fauzi, bangunan tidak akan bertahan lama. “Untuk itu, bangunan lama dirobohkan total dan dibangun dari awal dengan material yang lebih kokoh,” jelasnya, Senin kemarin.

Selain rumah baru bagi Aminah dan Dedi, ACT juga memberikan bantuan pengobatan untuk Aminah. Pasalnya, strok yang dialami Aminah cukup parah hingga membuatnya tak bisa melakukan apa-apa. “Saat ini, pendampingan medis hingga terbangunnya rumah baru tak lepas dari peran masyarakat yang memberikan rezekinya untuk berbagai aksi kebaikan,” tambah Fauzi.[]