Syukur Hassan, Warga Palestina yang Tempati Hunian Nyaman dari ACT

Hassan beserta istri dan keempat anaknya sangat bersyukur bisa menempati hunian nyaman dari ACT. Sebelumnya, rumah Hassan rata dengan tanah dihantam misil pesawat tempur Israel.

hunian palestina dari indonesia
Keluarga prasejahtera Palestina menempati hunian nyaman dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Mohammed Hassan Alshafe sangat bersyukur ketika ia menerima bantuan hunian (community shelter) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Kini, Hassan beserta istri dan keempat anaknya bisa tinggal dengan nyaman di hunian yang khusus disewa ACT untuk warga prasejahtera di Gaza, Palestina.

Hassan menceritakan, awalnya ia memiliki rumah sederhana di Gaza. Namun, pada Mei lalu, rumahnya hancur, rata dengan tanah, dihantam misil pesawat tempur Israel. Semua harta bendanya juga turut raib. Namun, ia tetap bersyukur karena seluruh anggota keluarganya masih selamat.

"Kami kehilangan semua barang-barang yang kami miliki saat rumah kami hancur. Semua sudah rata dengan tanah," ujar Hassan sambil menunjukkan bekas rumahnya yang dulu kepada tim ACT Palestina, Jumat (27/8/2021).

Hassan menjelaskan, setelah rumahnya hancur, ia dan keluarganya sempat bingung mencari tempat tinggal. Ia pun bersyukur, karena saat itu tim ACT Palestina mendatangi para korban yang kehilangan rumah, termasuk Hassan. Mereka pun mendapat bantuan tempat tinggal di hunian buah kebaikan Sahabat Dermawan di Indonesia. Hassan menempati satu dari tiga apartemen yang telah disiapkan ACT: di Deir Albalah di Area Tengah, dan dua lainnya di Jalan AlNaser, Kota Gaza.

"Setelah rumah kami hancur, hanya bantuan dari ACT yang datang kepada kami. Kami sangat berterima kasih kepada ACT dan para dermawan yang telah mengizinkan kami tinggal di sini. Semoga keberkahan selalu menyertai kalian," ucap Hassan.

Sementara itu, Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, Hassan hanya satu dari puluhan keluarga yang mendapatkan bantuan hunian ini. Rata-rata para penerima manfaat adalah warga prasejahtera yang rumahnya hancur terkena serangan Israel. Penerima manfaat yang lain memang tidak memiliki rumah karena keterbatasan ekonomi.

Bukan sekadar bantuan ruangan, ACT juga turut memberikan berbagai kebutuhan rumah tangga untuk menunjang kehidupan para penghuni. Perabotan tersebut berupa kompor, kasur, dan lemari. Di apartemen tersebut juga telah ada listrik dan air bersih yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.[]