Syukur Jemaah Masjid Nikmati Manfaat Sumur Wakaf

Sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf - ACT Sulawesi Tengah di sejumlah masjid di Kabupten Sigi, Sulawesi Tengah, sangat berarti bagi para jemaah.

Syukur Jemaah Masjid Nikmati Manfaat Sumur Wakaf' photo
Warga Kecamatan Sigi Boromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng saat berwudu di sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf - ACT. Sumur wakaf yang dibangun lengkap dengan MCK itu juga dimanfaatkan warga sekitar untuk keperluan rumah tangga. (ACTNews)

ACTNews, SIGI – Sumur Wakaf yang dibangun Global Wakaf - ACT Sulawesi Tengah di sejumlah masjid di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sangat berarti bagi para jemaah. Salah satunya di Masjid Nur Huda, Desa Maranata, Kecamatan Sigi Biromaru. Kehadiran Sumur Wakaf membantu warga yang selama ini mengambil air sejauh 250 meter dari masjid. Sumur yang dilengkapi fasilitas MCK dan wudu itu sudah dimanfaatkan masyarakat sejak delapan bulan lalu. 

Imam Masjid Nur Huda, Takdir, mengatakan warga sangat bersyukur atas sumur wakaf yang kini lebih memudahkan aktivitas warga. "Kami sangat bersyukur. Alhamdulillah ada bantuan dari Global Wakaf - ACT. Sekarang tidak susah lagi ambil air untuk wudu," kata Takdir, Jumat (25/6).

Sebelum ada Sumur Wakaf, para jemaah masjid harus berwudu atau mengambil air dari salah satu rumah warga terdekat. Warga pun bergantian pagi dan malam sampai bak penampungan penuh. "Alhamdulillah, kalau kemarin sebelum ada sumur, kira-kira sampai dua jam kita bolak-balik baru penuh penampungan," kenang Takdir.

Perasaan yang sama diungkapkan oleh Karim Imam Masjid Al-Ikhlas, Desa Potoya, Kecamatan Dolo, Sigi. Ia mengaku bersyukur dengan adanya bantuan Sumur Wakaf tersebut.

"Saya kira sangat bermanfaat bagi kami di sini, khususnya dusun tiga yang memanfaatkan sumur ini, khususnya untuk keperluan ibadah," ujarnya. Kata dia, tidak adanya air serta sarana MCK di masjid membuat warga enggan untuk beribadah di masjid. Bahkan beberapa kali para musafir harus mencari masjid lain untuk menunaikan salat.

Gempa bumi dengan magnitudo besar yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala pada September 2018 silam mengakibatkan irigasi sumber air rusak. Meski sudah dilakukan rehabilitasi, irigasi belum mampu mengalirkan air ke seluruh permukiman warga. Saat ini, air baru menjangkau 1.010 hektare lahan dari delapan ribu hektare lahan kering secara keseluruhan. Untuk memenuhi kebutuhan air, ACT bersama Global Wakaf membangun Sumur Wakaf dengan harapan menjadi solusi kekeringan yang melanda daerah terdampak bencana.[]


Bagikan