Syukur Ninin Terlepas dari Modal yang Terbatas

Semenjak suaminya terkena PHK, usaha sembako dan jajanan anak-anak milik Ninin (35) menjadi tumpuan keluarga Ninin. Meskipun terseok oleh modal, Ninin masih berikhtiar untuk mengoperasikan warung tersebut.

Ninin sedang membuat kopi untuk pengunjung warungnya. (ACTNews)

ACTNews, CIREBON – Di depan rumahnya di Desa Sindangkasih, Kecamatan Beber, Cirebon. Ninin Kurnia (35) membuka sebuah warung kelontong kecil. Mulai dari sembako, camilan, hingga jajan anak-anak tersedia di sana. Usaha ini dimaksudkan sebagai tambahan untuk kebutuhan keluarga, sementara suaminya di luar sana bekerja.

Tetapi tahun ini, suaminya adalah satu dari sekian banyak pekerja yang mesti menerima surat PHK sebab ekonomi yang sedang lesu. “Suami saya yang sempat bekerja justru kena PHK, sehingga saya dan suami menggantungkan diri hidup di jualan sembako ini dan jajanan anak,” Ninin menjelaskan pada Selasa (22/9) silam.

Meskipun warung berjalan, perputarannya tidak seperti sebelum pandemi. Modal kerap kali sulit berputar dan lama-kelamaan Ninin merasa modalnya pun terbatas. “Ya, karena modalnya terbatas sehingga dalam kondisi Covid ini semakin menyulitkan saya dan keluarga,” tutur Ninin.


Serah terima bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro untuk Ninin. (ACTNews)

Bersama dengan kesulitan selalu ada kemudahan. Bantuan dermawan pun hadir untuk Ninin melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf – ACT. Ia pun mengaku senang dan langsung tertarik ketika kesempatan itu datang kepadanya.

“Alhasil ketika saya sendiri mendengar tawaran dari Global Wakaf – ACT mengenai bantuan pinjaman usaha, saya sangat senang dan langsung berkomitmen untuk ikut terlibat. Apalagi ini bantuan bebas bunga, hanya pengembalian pokoknya saja. Saya sangat senang sekali akhirnya saya bisa ada tambahan modal usaha lagi,” syukur Ninin.


Program Wakaf Modal Usaha Mikro bertujuan untuk menopang para pelaku UMKM di masa sulit ini. Demikian diungkapkan oleh Muhammad A. Tawwaba dari Tim Program Global Wakaf – ACT. “Karena pada masa pandemi ini, usaha kecil sulit untuk terus berjalan. Oleh karenanya kami menghadirkan amanah wakaf untuk para pelaku usaha. Total ada 14 pelaku usaha yang menjadi penerima manfaat dari program tersebut pada akhir September lalu di Kabupaten dan Kota Cirebon, serta Kuningan,” jelasnya.

Tawwaba turut mengajak para dermawan untuk meluaskan manfaat dari Wakaf Modal Usaha Mikro. Terutama, bagi warga di Cirebon dan sekitarnya. “Kami berharap akan ada lagi penerima manfaat lainnya dari program ini sehingga kemanfaatannya lebih luas lagi. Oleh karenanya, kami terus mengharapkan dukungan para dermawan dalam program ini,” harap Tawwaba. []