Syukur Penyintas Erupsi Gunung Taal ketika Dapatkan Bantuan dari Indonesia

Bantuan darurat dan pangan dermawan Indonesia sampai kepada penyintas erupsi Gunung Taal yang masih mengungsi di pusat-pusat evakuasi.

Syukur Penyintas Erupsi Gunung Taal ketika Dapatkan Bantuan dari Indonesia' photo
Relawan Aksi Cepat Tanggap memberikan bantuan kepada salah satu penyintas erupsi Gunung Taal di Dasmarinas, Cavite, Filipina. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, LIPA,TANAUAN, DASMARINAS Loreta Anilao (49) masih bertahan di salah satu pusat evakuasi. Ia dan keluarganya merupakan warga terdampak erupsi Gunung Taal awal Januari lalu. Hampir sebulan, ia dan ribuan pengungsi lain banyak mengandalkan bantuan dari berbagai pihak.

“Bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari kami. Ini juga membuat kami merasa seperti berada di rumah kedua, banyak orang yang peduli dengan kami di sini,” ungkap Loreta kepada relawan Aksi Cepat Tanggap di Filipina, Jumat (24/1).

Itu pula yang disampikan Richard Francisco (37), ia merasa amat terbantu dan merasa lega. Bantuan yang ia terima hari itu amat ia syukuri. “Sangat berterima kasih untuk bantuan yang diberikan, tidak perduli besar atau kecinya. Hal ini sangat menghangatkan hati kami, melihat semua orang saling bantu membantu,” ungkap Richard. Ia pun berharap ada bantuan kesehatan, potong rambut, atau rumah bagi para penyintas yang tidak dapat kembali ke rumah.

Rasa syukur juga diungkapkan Anisa Pandaag (51). Ia mengatakan selama ini bantuan jarang sekali tiba di tempatnya mengungsi. “Kami berharap bantuan seperti ini akan datang kembali. Kebanyakan program bantuan ini dilakukan di tempat yang jauh dari tempat kami, maka kami sangat bersyukur jika bantuan seperti ini bisa diantarkan kembali kepada kami,” akunya. Ia pun berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam pemberian bantuan.

“Kami berterima kasih kepada orang-orang yang telah meluangkan waktu dan tenaga dengan mengunjungi kami memberikan bantuan untuk saudara-saudara Muslim di sini yang sedang terkena musibah,” kata Anisa.

Hari itu 493 kepala keluarga penyintas erupsi Gunung Taal menerima paket bantuan. Bantuan diberikan di tiga lokasi pusat evakuasi, yaitu Sekolah Dasar Tambo di Desa Tambo, Kota Lipa, Provinsi Batangas, pusat evakuasi di Desa Poblacion, Kota Tanauan, Provinsi Batangas, dan Pusat Studi Islam (ISCAG) di Kota Dasmarinas.

Sucita Ramadinda dari Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap menerangkan, bantuan yang diberikan untuk para penyintas Gunung Taal berupa paket darurat yang berisi paket pangan, selimut, dan alas tidur. “Penerima bantuan paket pangan ini adalah para penyintas erupsi Gunung Taal di Filipina yang terpaksa dievakuasi. Kini mereka masih tinggal di pusat-pusat evakuasi yang lebih aman,” kata Sucita. Ia menambahkan, total penerima manfaat bantuan ini sebanyak 1.972 jiwa.

Kantor Berita Filipina melaporkan pada Rabu (29/1), pengungsi erupsi Gunung Taal meningkat. Total 125,178 jiwa mengungsi di 497 pusat pengungsian.[]


Bagikan