Syukuran Kecil Sambut Hadirnya Kurban di Kampung Lau Gedang

Warga Kampung Lau Gedang, Dusun 11 Sembekan Dua, Desa Suka Makmur, Kutalimbaru, Deli Serdang merayakan dengan semarak kedatangan hari raya kurban pada Ahad (2/7). Sebuah syukuran bahkan disiapkan untuk menyambut kurban yang jarang datang ke kampung mualaf binaan tersebut.

Warga sedang menikmati penganan dari kurban amanah para dermawan. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, DELI SERDANG – Bersamaan dengan air yang sudah menggelegak di wajan besar, sapi-sapi dan kambing di halaman Masjid Nurul Yaqin selesai dipotong. Para ibu mulai menyiapkan bumbu-bumbu rendang dan gulai, sementara kaum bapak sibuk mencacah daging-daging kurban. Beberapa lagi nampak menggelar tikar-tikar di balai masjid.

Sukacita kurban terasa betul pada Ahad (2/8) itu, sebab amat jarang kurban mampir ke Kampung Lau Gedang, Dusun 11 Sembekan Dua, Desa Suka Makmur, Kutalimbaru, Deli Serdang. Ulil Albab Habibullah Lubis (28), atau akrab disapa Ustaz Habib oleh warga setempat, mengatakan, tahun-tahun sebelumnya hampir tidak ada kurban di kampung mualaf binaan ini.

“Terakhir tahun 2019 lalu memang, tetapi sebelum-sebelumnya memang jarang ada kurban ke Kampung Lau Gedang, karena jumlah muslim saat itu sedikit, hanya sekitar 20 kepala keluarga pada tahun 2017. Alhamdulillah, sekarang cukup banyak, ada 45 kepala keluarga dari 75 kepala keluarga yang ada,” jelas Ustaz Habib.

Saking rindunya dengan kurban, salah seorang warga pada tahun lalu bahkan sempat ingin mengurbankan kambing ternaknya agar suasana Iduladha dapat lebih terasa di Kampung Lau Gedang. Gayung bersambut ketika seorang dermawan dari luar dusun menyumbangkan satu ekor hewan lagi untuk mereka.


Para ibu sedang memasak daging untuk hidangan syukuran. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Ada warga tahun kemarin itu punya ternak kambing, kemudian dia bilang ke saya, ‘Pak ustaz, ini saya mau kurban kambing atas nama bertiga, biar tahun ini kita ada makan-makan daging kurban bersama saja.’ Saya bingung sebenarnya, satu kambing mana bisa berkurban atas nama 3 orang? Saya bilang kurbankan buat satu orang sajalah. Eh, Alhamdulillah dari luar ternyata ada lagi sumbangan hewan kurban. Jadi juga kita kurban tahun kemarin,” cerita Ustaz Habib sambil tertawa.

Keinginan warga tersampaikan lagi pada tahun ini. Beberapa hewan kurban datang dari para dermawan, salah satunya lewat Global Qurban – ACT. Seperti layaknya hari raya lain, warga bergotong-royong untuk memasak sekadar mengadakan syukuran.

“Sering ada perayaan di sini. Misalnya kurban seperti sekarang, selamatan, atau hari raya seperti natalan. Nah kalau sudah seperti itu, ramai-ramai orang memasak dan mengadakan syukuran kecil-kecilan,” ungkap Riki (30), salah seorang warga.


Meskipun Kampung Lau Gedang merupakan wilayah yang plural, namun kebersamaan tetap terjalin bahkan lintas agama. Memang untuk acara-acara keagamaan, orang yang berbeda agama tidak ikut secara langsung merayakannya, melainkan mereka membantu dari hal-hal lainnya.

“Kalau ada hari raya, umat muslim dan agama lain sering bantu-membantu. Meskipun memang kita tidak ikut acara mereka dan mereka tidak ikut acara kita, tetapi setidaknya tetap ada bantuan. Misalnya terpal biru ini, kalau tenda kita kurang ya tetangga kita yang nonmuslim juga ikut meminjamkan, sekalipun mereka tidak datang ke sini,” kisah Riki.

Pun warga nonmuslim tidak datang, bingkisan-bingkisan daging kurban tetap datang ke rumah-rumah mereka. Sebab selain karena kerukunan di sana telah membudaya, warga yang tinggal di Kampung Lau Gedang juga terbilang sedikit sehingga hampir semua warga merasakan nikmat kurban. Salah satunya Eva Sari Boru Ginting (31) yang tidak ikut merayakan kurban, tetapi tetap dapat menikmati kurban pada tahun ini.


Panitia sedang membungkus daging kurban untuk warga. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Saya mengucapkan banyak terima kasih untuk Global Qurban – ACT yang sudah mendistribusikan kurbannya di kampung kami. Dan (para dermawan) semoga diberkahi, semoga semakin banyak rezekinya biar tahun depan bisa berkurban ke sini lagi. Terima kasih banyak, ya,” ucap Eva.

Sakti Wibowo dari Tim Program Global Qurban - ACT juga mengharapkan hal yang sama, bahwa nantinya para dermawan dapat terus memerhatikan warga Kampung Lau Gedang. “Kontribusi para dermawan sangat dibutuhkan oleh Kampung Lau Gedang, sehingga kami berharap kontribusi dari para dermawan baik untuk kurban yang akan datang maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya,” harap Sakti.

Selepas zuhur, wangi rempah-rempah telah menyebar di seluruh halaman masjid. Warga telah berkumpul mengelilingi piring-piring dan para ibu menaruh hasil masakan mereka di tengah-tengah warga. Rindu mereka impas pada tahun ini. []