Syukuran Qurban Membuka Kembali Berkah Iduladha di Batu Bala

Sudah hampir tiga tahun tidak ada kurban di Kampung Batu Bala, Pesisir Selatan. Beberapa tahun belakangan ini harga gambir anjlok, sehingga warga yang punya sapi tidak bisa merelakan sapinya untuk dijadikan hewan kurban.

Syukuran Qurban Membuka Kembali Berkah Iduladha di Batu Bala' photo

ACTNews, PESISIR SELATAN - Pendistribusian hewan kurban pada hari pertama tasyrik, Senin (12/8), dimulai pada pukul 09.00 WIB. Penyembelihan dilakukan di depan Masjid Nurul Yaqin, Kampung Batu Bala, Nagari Gantiang Mudiak Surantih (GMUS), Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. 

Banyak warga berbondong-bondong berangkat ke Masjid Nurul Yaqin. Mereka bergotong-royong menyembelih, mencacah, memasak di tungku, dan membagi-bagikan daging kurban. Kala itu, tidak hanya ada Syukuran Qurban, namun juga pembagian daging kurban ke warga setempat yang membutuhkan. 

Banyak warga yang antusias menghadiri Syukuran Qurban. Acara ini bahkan dihadiri majlis taklim dari luar Kampung Bata Nala. Pasalnya, Syukuran Qurban juga diselingi tabligh akbar bersama Ustaz Roni, ulama lokal yang dihormati warga.

Dalam penyelenggaraan Syukuran Qurban dan pendistribusian daging kurban, Global Qurban-ACT Sumbar bermitra dengan El Dzakir Institute. Salah seorang pembinanya, Ustaz Rocky (31), bercerita bahwa kesadaran warga Kampung Batu Bala dalam berkurban masih kurang. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya ekonomi masyakarat yang tengah menurun. Harga komoditi utama, yakni gambir, menjadi indikator ekonomi warga. Jika harga gambir naik, maka ekonomi warga bisa stabil, begitu sebaliknya. 

Beberapa tahun belakangan ini harga gambir anjlok, sehingga warga yang punya sapi tidak bisa merelakan sapinya untuk dijadikan hewan kurban. "Biasanya di kampung ini, satu orang berkurban satu ekor sapi," ujar Ustaz Rocky.


"Terima kasih banyak kepada ACT dan El Dzakir Institute yang telah memperjuangkan pelaksanaan kurban di kampung kita. Sudah hampir tiga tahun tidak ada kurban di sini. Alhamdulillah tahun ini ada. Harapannya ke depan kegiatan ini terus berlanjut," terang Bila Perel (46) selaku pengurus Masjid Nurul Yaqin Batu Bala. 

Sore harinya adalah hari yang begitu spesial dirasakan pengurus masjid karena jemaah salat Asar membludak. Menurut warga setempat, ibadah salat Asar sore kala itu adalah salat Asar dengan jemaah terbanyak. 

Usai salat Asar berjamaah, acara dilanjutkan dengan makan bersama. "Sungguh nikmat rasanya daging kalio kampung Batu Bala ini, empuk, tidak amis, pedasnya pas," celoteh seorang anggota majlis taklim. 

"Alhamdulillah, Syukuran Qurban menjadi penyemangat warga dalam mendekatkan diri kepada Allah. Semoga para donatur diberikan kesehatan dan keberkahan rezeki. Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Batu Bala," tutur Zul Hadi selaku Wali Nagari GMUS, menutup kebersamaan hari itu. []

Bagikan