Syukuran Qurban Pererat Persaudaraan Penyintas Tsunami

Melalui kurban yang disalurkan oleh Global Qurban-ACT dari para dermawan, Syukuran Qurban dapat diadakan di kompleks hunian sementara Desa Waymuli Induk, Lampung Selatan.

Syukuran Qurban Pererat Persaudaraan Penyintas Tsunami' photo

ACTNews, LAMPUNG SELATAN – Kesibukan terlihat di Dusun 4, Desa Waymuli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, sejak Senin (12/8) pagi. Di sebuah dapur luar ruangan, para ibu berkumpul memenuhi area tungku-tungku batu bata dengan bahan bakar kayu. Di atas tungku-tungku yang berasap ini, terdapat panci, baskom, serta wajan yang menggelegak.

Dengan lihai, kaum ibu itu mengolah daging kurban dengan varian bumbu dan lauk tambahan. Ada menggoreng potongan-potongan daging berwarna kecokelatan. Ada pula yang mengaduk-aduk panci berisi potongan-potongan tetelan dan tulang serta sayuran segar. Sesekali mereka juga sibuk mengaduk-aduk sebuah periuk nasi yang isinya hampir matang.

Pagi itu, ibu-ibu di kompleks hunian sementara Dusun 4, Desa Waymuli Induk tengah sibuk mempersiapkan acara Syukuran Qurban yang hendak digelar di siang harinya oleh Global Qurban-ACT. “Daging kambingnya dibuat sate goreng dan dimasak menggunakan bumbu kacang. Tetelan dan tulang kambingnya akan dimasak menjadi sayur sop,” tutur Asliha, ibu yang terlibat dalam proses memasak.

Sementara itu, para bapak juga tak mau kalah. Bahkan sejak sehari sebelumnya (11/8), mereka sudah sibuk memasang kanopi untuk acara ini. Tak lupa, alas duduk dari terpal pun digelar di jalanan dusun yang terbuat dari coran semen ini.

Tak lama kemudian, satu per satu penduduk desa berdatangan dan acara pun dimulai. Dalam acara Syukuran Qurban tersebut, Kepala Desa Waymuli Rohaidi S.Pd.I menyampaikan sambutan mengenai pentingnya memelihara persatuan dan persaudaraan.

“Kita tingkatkan kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong-royong. Jadi tidak ada perbedaan baik yang tinggal di kampung bagian atas maupun kampung bagian bawah. Allah memberi cobaan kepada kita, tentu ada hikmah di balik semua itu,” tutur Rohaidi.

Setelah sambutan dari kepala desa, hidangan-hidangan yang telah dimasak sebelumnya lantas disajikan kepada para warga di atas alas daun pisang yang telah dibersihkan. Lelaki, wanita, dan anak-anak terlihat sangat menikmati hidangan nasi, sate goreng, dan sayur sop kambing tersebut. Tidak jarang mereka saling bercengkerama dan bercanda di sela kegiatan makan bersama yang dikenal dalam Bahasa Sunda, bahasa yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Waymuli, sebagai bebancakan.


Adin dari Tim Global Qurban-ACT Lampung menyampaikan, kegiatan hari itu tidak dapat terlaksana tanpa bantuan dari warga desa penghuni kompleks hunian sementara di Dusun 4, Desa Waymuli. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama dari bapak dan ibu semua. Kami hanya sebagai perantara. Ada yang berkurban, kami yang menyampaikan, sedangkan bapak ibu semua yang mempersiapkan Syukuran Qurban, yang memasak, dan lain sebagainya,” papar Adin.

Amanah yang telah disampaikan oleh Global Qurban-ACT dari para dermawan telah memperkuat solidaritas di antara para penyintas tsunami di Desa Waymuli Induk melalui Syukuran Qurban yang dirasakan berkahnya oleh warga desa. []

Bagikan