Taat Protokol Kesehatan, Hal Dasar yang Bisa Dilakukan Masyarakat di Masa PPKM Darurat

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali segera dilaksanakan di 122 kabupaten/kota pada 3-20 Juli 2021. Direktur Humanity Medical Service Aksi Cepat Tanggap dr. Muhamad Riedha Bambang menyampaikan betapa pentingnya menjaga protokol kesehatan selama PPKM Darurat

PPKM Darurat
Relawan Aksi Cepat Tanggap Bandung mengantarkan bantuan makanan untuk warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia semakin mengkhawatirkan, hal ini terlihat dalam dua pekan terakhir 17-30 Juni 2021, jumlah kasus baru Covid-19 melonjak hingga 240.620 orang. Dengan begitu total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 2,18 juta orang.

Pemerintah pun menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. Kebijakan ini akan diterapkan di 48 kabupaten/kota dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 kabupaten/kota dengan asesmen situasi pandemi level 3.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, menyebut langkah PPKM Darurat Jawa-Bali dilakukan demi menekan laju Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, saat konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/7/2021).

Sementara itu, Direktur Humanity Medical Service Aksi Cepat Tanggap dr. Muhamad Riedha Bambang menyampaikan betapa pentingnya menjaga protokol kesehatan selama PPKM Darurat yang bakal dilaksanakan pada 3-20 Juli 2021.

“Gelombang kedua Covid-19 yang melanda Indonesia harus menjadi peringatan bagi kita semua, terlebih varian Covid-19 semakin berbahaya salah satunya varian delta dari India. Betapa penting untuk tetap berkegiatan di rumah saja dan patuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, cuci tangan, dan jauhi kerumunan,” ungkap dr. Riedha, Kamis (1/7/2021)

Tak hanya mengimbau untuk tetap berada di rumah saja selama PPKM Darurat ini, dr. Riedha menyampaikan pentingnya vaksinasi sebagai langkah preventif dan meminimalisir dampak yang terjadi apabila terkena Covid-19. “Vaksinasi seperti memakai sabuk pengaman ketika berkendara, bukan mencegah kecelakaan tetapi mencegah dampak buruk apabila terjadi kecelakaan,” pungkas dr. Riedha.[]