Tabungan Rohman untuk Berobat Hilang Tersapu Banjir Bandang

Sepetak rumah milik Rohman (59), tersapu rata oleh banjir bandang yang menerjang Malang beberapa waktu lalu. Pengemudi becak yang tidak memiliki sanak saudara ini, turut kehilangan tabungannya yang telah ia kumpulkan lama untuk mengobati penyakit paru-parunya.

banjir bandang malang
Rohman duduk di tanah kosong yang dulu berdiri rumahnya. (ACTNews/Rizki Febianto)

ACTNews, MALANG – Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Malang dan Kota Batu, membawa cerita pilu tentang para penyintasnya. Dari kehilangan rumah hingga mata pencaharian, turut mereka rasakan. Mereka yang paling terdampak ialah warga yang rumahnya berada di pinggiran Sungai Brantas, di mana arus banjir mengikuti aliran sungai tersebut.

Di Kampung Putih, Kelurahan Klojen misalnya. Beberapa rumah warga dilaporkan hancur dihantam arus banjir yang datang bak tsunami tersebut. Termasuk rumah Rohman (59), seorang pengayuh becak yang hidup sendiri di rumah satu petaknya.

Rohman menuturkan saat bencana itu datang kepada tim ACTNews. Ia baru terbangun dari tidurnya dan hendak pergi ke kamar mandi umum saat banjir datang. "Sudah keluar rumah, sudah siap ambil gayung dan ember. Tiba-tiba air datang, langsung lari saya ke atas (ke tempat yang lebih tinggi). Alhamdulillah masih selamat," kenang Rohman.

Imbas banjir bandang, rumah kecil milik Rohman hancur terbawa arus. Memang di dalamnya, diakui Rohman, tidak banyak barang-barang berharga. Bahkan sekadar peralatan elektronik sederhana seperti televisi pun ia tak miliki. Namun, yang paling membuat Rohman sedih ialah uang tabungan yang ia kumpulkan dari pekerjaannya sebagai tukang becak turut raib bersama rumah yang hanyut terbawa arus.

Uang tersebut, jelas Rohman, telah ia kumpulkan sejak lama dan hendak digunakan untuk memeriksa serta mengobati sakit paru-paru yang telah lama ia derita.

"Dada suka sakit. Suka nyesek. Tapi duit 3 juta hanyut. Buat berobat itu," kata Rohman.


Banjir bandang mengakibatkan kerugian materil yang sangat besar di Kota Batu dan Kota Malang, Jawa Timur, (ACTNews)

Rohman pun mengaku tak memiliki kartu jaminan sosial kesehatan, sehingga untuk memeriksa sakitnya di fasilitas kesehatan tak bisa gratis. Ketika ditanya alasan Rohman tidak membuat kartu jaminan kesehatan, ia mengaku tidak paham tata cara dan prosedurnya. Tidak memiliki anak dan saudara di usia tuanya, membuat Rohman bingung harus ke mana dirinya meminta bantuan untuk pembuatan kartu tersebut.

"Pokoknya semuanya hanyut. Cuma sisa baju sama sarung yang saya pakai ini. Kalau barang-barang yang kalian lihat sekarang, ini bukan punya saya. Ini punya tetangga," tambah Rohman sambil menunjuk ke sejumlah barang yang tercecer di tanah bekas rumahnya.

Rohman kini tidur menumpang di rumah tetangga, hidup terlunta-lunta. Tidak memiliki sanak saudara, membuatnya sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.[]