Tahun Ketiga Global Qurban Temani Iduladha Warga Pulau Bromo

Dihuni mayoritas warga prasejahtera, membawa Global Qurban-ACT menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tinggal di Pulau Bromo, Banjarmasin. Hewan kurban yang langsung disembelih warga membawa warna tersendiri hari raya mereka.

Keluarga di Pulau Bromo yang mendapatkan daging kurban. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Tak hanya di pusat kota saja keriuhan Iduladha terasa. Warga yang tinggal di pinggiran kota pun turut merasakannya. Seperti mereka yang tinggal di Pulau Bromo, Banjarmasin Selatan, Banjarmasin. Kemariahan bahkan berlanjut hingga masuk taysrik.

Untuk meramaikan hal ini, Global Qurban-ACT hadir untuk warga di Pulau Bromo. Ini merupakan yang ketiga kalinya hewan kurban mendarat di pulau bekas pabrik kayu besar ini. Sambutan pun datang begitu antusias.

“Saya ucapkan terima kasih kepada dermawan yang telah tersedia menyerahkan hewan kurbannya untuk warga Pulau Bromo. Semoga apa yang diberikan kepada kami memberikan manfaat untuk kita,” ucap Sarlinda, salah satu warga yang berprofesi sebagai guru, Rabu (21/7/2021).

Di pelaksanaan kurban di Pulau Bromo, Global Qurban-ACT mengajak warga memotong sendiri hewan kurban dari dermawan. Total ada 300 paket daging yang dibagikan ke warga Pulau Bromo. Daging sembelihan tersebut, selain dari pekurban Global Qurban-ACT, juga datang dari buah kolaborasi dengan Kimia Farma Unit Bisnis Banjarmasin dan PT Pelindo III Banjarmasin.

“Pulau Bromo merupakan kawasan terpencil di Kota Banjarmasin. Sebagian besar warga yang tinggal di pulau yang terpisah dari daratan utama Ibu Kota Provinsi Kalsel ini berekonomi prasejahtera,” jelas Muhammad Ilyas dari tim Global Qurban-ACT Kalimantan Selatan.

Untuk diketahui, Pulau Bromo merupakan wilayah di delta sungai yang berada di pinggiran Sungai Martapura. Dahulu, warga setempat sebagian besar berprofesi sebagai pekerja di sebuah pabrik kayu yang cukup besar. Namun, sejak pabrik ditutup, warga di pulau ini banting setir menjadi petani hingga buruh.[]