Tak Ada Biaya, Wati Hanya Obati Kanker Tulang dengan Obat Pereda Nyeri

Elistiowati, warga Tegal, mengalami kanker tulang dan hanya bisa terbaring lemah. Akibat tidak ada biaya, ia hanya mampu mengonsumsi obat pereda rasa nyeri.

act tegal
Elistiowati saat sedang salat, Selasa (26/4/2022). Akibat kanker tulang, dia hanya bisa berbaring. (ACTNews)

ACTNews, TEGAL — Sudah tiga tahun Elistiowati terbaring di rumahnya di Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. Sejak 2019, Wati mengidap chondrosarcoma atau kanker tulang di pinggul.

Akibat sakit yang dialami, seiring berjalan waktu, pinggul Wati semakin membesar. Tidak ada tindakan medis yang memadai, membuat Wati harus menahan sakit setiap hari. Untuk meredakan sakit, Wati hanya mampu mengonsumsi obat pereda nyeri yang didapatkan di apotek. 

Wati sebenarnya pernah melakukan operasi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Pascaoperasi seharusnya melakukan kontrol medis secara rutin. Namun, karena kondisi ekonomi, hal ini tidak bisa Wati lakukan. 

"Karena penyakitnya parah dan cukup serius, harusnya periksa terus. Tapi biaya kontrol cukup besar, jadi enggak mampu. Suami Bu Wati, Pak Dayat, kerja serabutan di Jakarta," kata Hamzah dari tim ACT Tegal kepada ACTNews, Jumat (20/5/2022).

Guna biaya berobat, Wati menjual berbagai barang berharga miliknya. Sampai-sampai saat seluruh tabungannya terkuras, ia menjual baju yang belum pernah ia kenakan kepada tetangga untuk modal membeli obat.

Selama terbaring sakit di rumah, Wati diurus oleh ketiga anaknya yang kini duduk di bangku SMP, SD, dan TK. Selain mengurus ibunya, ketiga bocah tersebut juga mengurus rumah. Sementara itu, suami Wati tengah merantau ke Ibu Kota untuk mencari pundi rupiah.

"Anak-anak sama Bu Wati cuma berharap kesembuhan dan bisa beraktivitas normal. Bagi Sahabat Dermawan yang ingin membantu kesembuhan Bu Wati dapat berikhtiar bersama ACT,” ungkap Hamzah.[]