Tak Ada Kurban di Banio Baru Selama 10 Tahun Terakhir

Lokasinya yang cukup jauh dari perkotaan membuat warga Banio Baru di Pelalawan tak bisa merasakan daging kurban selama 10 tahun terakhir. Akan tetapi, ada yang istimewa di Iduladha tahun 2020 ini, hadirnya daging dari Global Qurban membawa kebahagiaan tersendiri.

Anak di Banio Baru menerima daging kurban pada momen Iduladha 2020. Di perkampungan ini, sudah 10 tahun terakhir tak mendapatkan daging kurban. (ACTNews)

ACTNews, PELALAWAN – Waktu tempuhnya lima hingga enam jam dari Pekanbaru menuju Dusun Banio Baru, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Pelalawan. Selain lamanya waktu tempuh, jalan yang masih berupa tanah dan terjal serta berliku menjadi tantangan bagi tim Global Qurban - ACT kala mengantarkan kebahagiaan kurban di tasyrik terakhir, Senin (3/8) lalu. 

Di Banio Baru, warga prasejahtera mendominasi pemukim di sana. Hal ini juga lah yang kemudian membuat warga jarang menikmati daging kurban. Ketua RT Dusun Banio Baru Rozali mengatakan, sudah 10 tahun terakhir warga kampungnya tak bisa menikmati daging kurban. Ada pun  di kampung tetangga mengadakan pemotongan hewan kurban, namun jumlahnya yang sedikit membuat tak banyak paket daging yang bisa terdistribusi. “Di kampung tetangga paling ada penyembelihan satu atau dua ekor saja, jumlahnya terbatas” cerita Rozali, Senin (3/8).

Lokasi Banio Baru cukup jauh dari pusat perkotaan. Bahkan, wilayah ini belum dialiri listrik dari perusahaan negara. Warga mengandalkan panel surya sebagai sumber listrik utama. Keterbatasan ini pun menjadi hambatan aktivitas bagi warga Banio Baru.

Hibban dari Tim Program Global Qurban - ACT Riau mengatakan, Banio Baru menjadi salah satu lokasi distribusi daging kurban karena jarangnya mendapat kurban serta didiami masyarakat prasejahtera. Harapannya, dengan hadirnya daging kurban di permukiman yang dihuni 109 keluarga ini mampu menjadi hadiah dan kebahagiaan tersendiri bagi penerima manfaatnya. “Selain distribusi daging kurban, tim ACT sekaligus melakukan asesmen untuk pengembangan program kemanusiaan lainnya,” jelasnya.

Daging kurban dan pengembangan berbagai program di Banio Baru ini tentu saja tak pernah lepas dari peran serta dermawan. Daging kurban yang didistribusikan merupakan milik pekurban yang diamanahkan melalui Global Qurban. “Semua aksi kami tak pernah lepas dari dukungan dermawan. Kami pun akan terus menyalurkan amanah kebaikan ke warga yang benar-benar membutuhkan,” tambah Hibban.[]