Tak Tersisa, Rumah dan Tempat Usaha Roboh karena Gempa

Syamsul bersama istri dan anaknya yang masih balita terpaksa harus bermukim di kolong rumah tetangga. Rumah Syamsul hancur diguncang gempa Januari lalu. Ia pun tidak tahu sampai kapan harus menumpang karena perbaikan rumah membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah. Penghasilannya juga tak bisa diandalkan.

Syamsul menerima bantuan WMUMI ACT (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU – Gempa yang mengguncang Mamuju Januari lalu membuat rumah Syamsul (38), warga Dusun Gano, Kecamatan Simboro Mamuju, hancur. Padahal, rumah itu juga menjadi tempat Syamsul mencari nafkah untuk tiga orang anggota keluarganya. Ia membuka warung kecil di teras rumah.

Syamsul bersama istri dan anaknya yang masih balita kini terpaksa bermukim di kolong rumah tetangga. Ia pun tidak tahu sampai kapan harus menumpang karena perbaikan rumah membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah. Penghasilannya juga tak bisa diandalkan. 

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Syamsul berharap bantuan dari relawan dan dermawan. “Kehidupan saya sekarang seperti dimulai dari titik nol lagi, tidak ada rumah, tidak ada usaha, tak ada penghasilan. Saya tetap yakin untuk bisa lebih baik,” ujarnya.

Syamsul pun berharap bisa kembali memiliki usaha untuk menghidupi keluargan. Jika memungkinkan, ia berharap dapat membangun kembali  rumahnya yang hancur.

Bantuan Modal Pemantik Ikhtiar

Masih dalam rangkaian pemulihan masyarakat terdampak gempa di Mamuju. Aksi Cepat Tanggap bersama Global Wakaf-ACT memberikan bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro kepada Syamsul. Bantuan itu diberikan dengan harapan bisa digunakan Syamsul untuk kembali membuka usaha 

Fatiya, tim Program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia Global Wakaf-ACT menjelaskan, Syamsul akan kembali membuka warung sederhana di lingkungan rumahnya.

Sementara itu, per Maret 2021, WMUMI telah membantu 1.720 usaha mikro. Dukungan modal akan terus menjangkau pengusaha kecil dan mikro di penjuru Indonesia melalui cabang-cabang Global Wakaf-ACT. “Insyaallah asesmen akan kami lakukan setiap hari dengan kriteria penerima yang membutuhkan bantuan modal hingga gerobak usaha,” ujar Fatiya.[]