Tanah Longsor di Banjarnegara, Satu Meninggal

Selain karena hujan deras, struktur tanah yang labil menjadi faktor penyebab tanah longsor.

longsor di Banjarnegara
Kondisi bangunan rumah yang terdampak tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (BNPB)

ACTNews, BANJARNEGARA — Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Kamis (21/10/2021). Hujan juga menyebabkan musibah tanah longsor di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara Andri Sulistyo, mengatakan peristiwa tanah longsor itu diakibatkan sejumlah faktor. Selain karena hujan deras, struktur tanah yang labil menjadi faktor penyebabnya.

“Kita mencatat ada tiga desa di tiga kecamatan yang terdampak. Dengan rincian Desa Mlaya di Kecamatan Punggelan, Desa Karekan di Kecamatan Pagentan, dan Desa Susukan di Kecamatan Wanayasa,” ujarnya.

Tanah longsor membuat satu rumah rusak dan jalan penghubung Desa Karekan menuju Desa Darmayasa tertutup material dan belum dapat dilewati.

Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Purwokerto Zuhal Qolbi mengatakan seorang warga juga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka akibat musibah tanah longsor. “Sampai saat ini belum ada laporan lebih lanjut,” kata Qolbi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menerangkan menurut indeks kajian risiko (InaRisk) bencana, wilayah Kabupaten Banjarnegara memiliki tingkat risiko tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. InaRisk mendata sedikitnya ada 20 wilayah kecamatan yang memiliki risiko ancaman tanah longsor dengan luas wilayah hingga 52.593 hektar.

“Dari hasil prakiraan cuaca dan kajian risiko InaRisk, BNPB mengimbau kepada pemangku kebijakan daerah untuk segera mengambil langkah upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dari adanya potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh faktor cuaca,” ucapnya dalam keterangan yang diterima ACTNews, Jumat (22/10/2021).[]