Tanggung Jawab Kepada Orang Sekitar Buat Aro Pantang Menyerah Dalam Berdagang

Sempat terbersit di pikiran Aro untuk berhenti dari usaha kuliner karena pandemi. Namun semangat kembali muncul manakala ia mengingat tanggung jawabnya kepada keluarga dan karyawan.

borong dagangan umkm
Aro meyakini, bahwa usaha mi ayam yang ia jalani saat ini memiliki potensi perkembangan yang cukup baik. (ACTNews/Ardiansyah)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Berbekal kecintaan pada kuliner, Aro membuka usaha makanan pada tahun 2018. Usaha Aro awalnya menjual ayam geprek. Dari usaha itu, ia sebenarnya memiliki penjualan yang memuaskan. Namun, Aro beralih ke usaha yang lain, ia berpikir, ayam geprek sedikit sulit untuk diinovasikan. Lantas tahun berikutnya, Aro mendirikan usaha Mie Ayam Sapi Pedes.

“Mi ayam potensi berkembangnya sangat bagus.Jenis mi ini banyak, bumbu yang bisa saya gunakan juga banyak, terus masih banyak peluang-peluang yang bisa kita mix and match,” ujar Aro ketika ditemui pada Senin (30/8/2021). Ia mendirikan kedai di kawasan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan.

Bisnis Mie Ayam Sapi Pedes memang berjalan lancar, sampai pandemi menghadang di tahun kedua, pendapatan Aro jatuh sampai sekitar 70-80 persen.

“Jadi (awal pandemi) benar-benar kosong dan hanya bawa pulang saja. (Pemesanan) online pun, untuk di awal, sangat berat. Beberapa orang mungkin protect diri juga tidak mau (membeli) makanan dari luar,” cerita Aro.


Usaha yang saat ini dikembangkan Aro berasal dari kecintaannya terhadap dunia kuliner. (ACTNews/Ardiansyah)

Aro sempa terbesit untuk menyerah saat itu. Namun, banyak hal yang mendorongnya untuk lanjut, salah satunya rasa tanggung jawab kepada keluarga dan karyawan. Menurut Aro karyawan harus hargai lebih dari sekadar pekerja, tetapi juga sebagai aset yang berharga.

“Karyawan di sini ada yang sudah punya anak, pasangan, dan yang mengirimkan uang ke orang tua. Dari hal seperti itu membuat saya lebih semangat untuk menjalani ini. Jadi insyaallah, saya akan bertahan,” ungkap Aro.

Keadaan pun dirasa Aro makin membaik dari hari ke hari, meskipun belum dapat dikatakan kembali ke masa-masa sebelum pandemi. “Ini sudah game changing. Untuk pembelian belanja online sudah mulai wajar atau tidak baru dalam kehidupan. Jadi istilahnya, sudah mulai oke untuk penjualan,” kata Aro.


Untuk menambah semangat Aro mengembangkan usaha, Global Wakaf-ACT bersama Realme Indonesia, memborong dagangan Mie Ayam Sapi Pedes. Kolaborasi dalam program Borong Dagangannya Tambahin Modalnya ini, juga merupakan perayaan atas angka pengguna Realme di dunia yang tembus 100 juta. Melalui program ini, Global Wakaf-ACT bersama Realme Indonesia, memborong bantuan sejumlah UMKM di Jakarta dan Jawa Timur, kemudian produk yang telah dibeli didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.[]