Tangis Pilu di Tengah Aksi Distribusi Bantuan Pangan di Lokasi Kebakaran Bekasi Timur

Api dengan cepat merambat dan membakar kampung yang dihuni mayoritas pemulung dan pengepul barang bekas di Duren Jaya, Bekasi Timur. Para penyintas hampir kehilangan segalanya lantaran tak sempat menyelamatkan barang-barang.

bantuan kebakaran bekasi
Anak-anak mencari sisa-sisa puing rongsok yang masih dapat dimanfaatkan di lokasi kebakaran. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Tangis ibu empat anak itu pecah tidak lama setelah mendapatkan makanan siap saji dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bekasi dalam aksi Operasi Makan Gratis, di lokasi tenda pengungsian penyintas kebakaran, di Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ibu Otong, sapaan akrabnya, tak mampu menahan tangis saat menceritakan betapa pilunya ia dan keluarga lainnya setelah menjadi korban kebakaran di malam kelabu Sabtu (31/7) itu.

“Jam tujuh malam sehabis bersihin anak saya pup, tiba-tiba ada yang teriak ‘kebakaran-kebakaran!’ saya langsung lari bawa anak saya, mas. Enggak sempat selamatin barang-barang, yang penting anak saya selamat,” Otong berkisah sambil seraya mengusap air matanya.

Ia pun mengungkapkan, dirinya dan suami sudah dua tahun lebih tinggal di komplek rumah bedeng yang terletak di Jalan Prof M. Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat tersebut. Saat ini anak mereka yang paling kecil berusia dua minggu, dan pasangan ini menafkahi keluarga dengan mengumpulkan barang rongsok menggunakan sebuah gerobak.


Nahas malam itu, api dengan cepat merambat serta melahap rumah gubuk dan barang-barang mereka di dalamnya. “Tinggal gerobak sama baju yang dipakai, enggak sempat saya mas selamatin yang lain kecuali anak-anak saya. Tadi juga anak saya nangis nyariin sepedanya, Ya Allah,” sambung Otong.

Pemukiman tersebut memang sebagian besar dihuni oleh pemulung dan pengepul barang rongsok. Tidak ada sumber pasti yang dapat menyebut sudah berapa lama tempat ini dijadikan tempat bermukim. Saat ditemui Tim ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Otong sendiri baru saja beres mencari puing-puing yang tersisa yang telah hangus. “Tadi saya abis nyariin sisa (rongsok) terus ditukerin laku dikasih Rp100 ribu. Alhamdulillah buat jajan anak mas. Alhamdulillah ini juga dapat bantuan,” tuturnya.

Selain Otong, ada ratusan warga lainnya menjadi penerima manfaat dari Operasi Pangan Gratis ACT dan MRI Kota Bekasi, pada Ahad (1/8/2021) itu. Selain makanan siap santap yang didukung oleh mitra ACT Bekasi, yakni Restoran Sederhana Bekasi Town Square dan Dapoer Pamenan, tim juga mendistribusikan bantuan Beras Wakaf, Air Minum Wakaf, dan sejumlah kebutuhan rumah tangga lain.


Penyerahan bantuan pangan kepada Ketua RW 05 Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi untuk penyintas kebakaran. (ACTNews)

“Alhamdulillah, kali ini tim mendistribusikan bantuan pangan untuk saudara kita yang sedang mengalami ujian di Duren Jaya. Semoga ini bermanfaat, sebab seperti yang kita ketahui bahwa kondisi saat ini juga sedang sulit bersamaan dengan pandemi. Semoga Allah kuatkan kita semua,” kata Kepala Cabang ACT Bekasi Rizky Renanda.

Aksi berlanjut pada hari berikutnya dengan kehadiran Humanity Food Truck, yang disajikan untuk para pengungsi dan warga sekitar lokasi kebakaran. Selain mengucapkan terima kasih kepada para dermawan, Rizky juga turut mengajak para dermawan meluaskan kebaikan ini di titik-titik lain di Bekasi.

“Selain di sini tentunya masih banyak saudara kita di Bekasi yang membutuhkan uluran solidaritas terutama di masa sekarang ini. Untuk itu kami mengajakar seluruh masyarakat Bekasi untuk mengirimkan bantuan terbaiknya melalui sedekah lewat Indonesia Dermawan,” tutupnya. []