Tanpa Iba dan Tanpa Alasan, Pasukan Israel Tangkap Ayah dari Anak Penderita Kanker

Israel menangkap Hijazi al-Qawasmi. Seorang kepala keluarga dari empat orang anak, salah satunya adalah Ahmed (11) yang menderita kanker tulang.

Hijazi al Qawasmi
Hijazi al-QawasmiHijazi al-Qawasmi mengucapkan selamat tinggal kepada anaknya sebelum ia ditangkap. (Twitter/Ramy Abdul)

ACTNews, TEPI BARAT - Tanpa pemberitahuan dan menjelaskan alasan, angkatan bersenjata Israel menangkap puluhan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat pada Selasa (21/9/2021). Salah satu yang mereka tangkap adalah Hijazi al-Qawasmi. Ia merupakan ayah dari empat orang anak, yang salah satunya menderita kanker tulang.

Foto ketika Qawasmi mencium kening Ahmed untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum ditangkap juga viral di media sosial. Keluarga Qawasmi menceritakan, proses penangkapan terjadi pada siang hari, dan otoritas Israel tidak menjelaskan alasan penangkapan Qawasmi.

"Saya bertanya kepada mereka apa yang salah dengan dia (Qawasmi), apakah itu perintah pengadilan atau sesuatu yang dia lakukan salah dan mereka mengatakan kami tidak tahu. Mereka tidak menjawab saya. Mereka menangkapnya dan pergi." ujar istri Qawasmi, Bayan Al Natshe.

Natshe menyebut, suaminya adalah sosok kepala keluarga yang sangat baik. Suaminya disebut Natshe sangat penting dalam membantu Ahmed (11), anak mereka yang menderita kanker tulang.

"Dia selalu menjadi orang pertama yang memastikan keamanan dan kesejahteraan Ahmed. Suami saya mencukur rambut Ahmed agar tidak rontok setelah kemo. Setiap kali rambutnya tumbuh, dia akan memotongnya lagi hanya untuk menunjukkan kepada Ahmed bahwa dia ada di sampingnya dan bahwa Ahmed dapat mengalahkan penyakit ini dengan kehendak Allah," cerita Natshe.

Sementara itu, Ahmed menceritakan bahwa dirinya sangat sedih ayahnya telah ditangkap. Ia pun terpaksa melewatkan sesi kemoterapi akibatnya kesedihannya tersebut.

"Ketika ayah saya mencium saya sebelum dia pergi, rasanya saya telah kehilangannya. Saya mulai merindukannya. Saya terus berdoa agar mereka membebaskannya besok. Kata-kata terakhir saya kepadanya adalah semoga ia kembali dengan selamat, " kata Ahmed.

Kekejaman zionis Israel kepada keluarga Qawasmi bukan yang pertama. Dua saudara laki-laki Qawasmi, Ahmed dan Murad, telah dibunuh oleh otoritas Israel. Murad terbunuh pada tahun 2004, sedangkan saudaranya Ahmed terbunuh tujuh tahun lalu dalam usia 14 tahun, di depan Hijazi, saat dia berada di dekat toko kakeknya di Bab Al-Zawiya, Hebron tengah.[]