Tanpa Malu, Israel akan Gandakan Pemukiman Ilegalnya di Golan, Suriah

Secara terang-terangan, otoritas Israel menunjukan rencana pembangunan pemukiman ilegal di Golan, Suriah.

israel jajah suriah
Pemukiman illegal Israel di Golan, Suriah. (Dok. The Syrian Observer)

ACTNews, GOLAN – Israel secara mengejutkan memberikan pernyataan akan menggandakan jumlah pemukimannya di Dataran Tinggi Golan di Suriah, Ahad (26/12/2021). Pihak Suriah pun mengutuk keras rencana tersebut.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/12/2021), tindakan Israel menunjukan jelas sifat ekspansionis dan melanggar resolusi internasional mengenai status hukum Golan. Kebijakan agresif Israel, dianggap tidak akan dapat mengubah fakta abadi bahwa Golan merupakan tanah Arab dan Suriah.

Sekitar 25.000 pemukim ilegal Israel dilaporkan tinggal di Dataran Tinggi Golan, bersama dengan sekitar 23.000 warga lokal Suriah, yang tetap tinggal di tanah tersebut setelah direbut oleh Israel.

Dalam sebuah unjuk rasa di Desa Masa'ada, warga Suriah di Golan menyatakan penolakan terhadap proyek pemukiman ilegal di tanah mereka. Sikap itu menegaskan kembali komitmen mereka terhadap identitas Suriah.

Dataran tinggi Golan merupakan daerah seluas 1.800 kilometer yang telah dicaplok ilegal Israel sejak 1981.

Para pengunjuk rasa juga menyatakan penolakan terhadap skema pendudukan Israel untuk membangun 46 turbin di area 6.000 dunum di desa Majdal Shams, Ein Qiniyye, Buq'ata, dan Masa'ada yang melanggar resolusi legitimasi Internasional dan Piagam PBB.[]