Tantangan Dakwah Muhammad Yamin di Pulau Terluar Indonesia

“Masyarakat juga banyak yang non-muslim, mereka juga berdakwah mengajak yang muslim agar masuk ke agamanya, jadi itu tantangan yang membuat arus dakwah semakin besar,” kata Ustaz Muhammad Yamin Dai di Kelurahan Pemping, Batam.

ustaz muhammad yamin
Ustaz Muhammad Yamin (kiri) saat bersalaman dengan tim ACT. (ACTNews)

ACTNews, BATAM – Pulau Pemping termasuk ke dalam pulau terluar Indonesia. Pulau ini berbatasan langsung dengan Singapura di sebelah barat. Pulau Pemping masuk ke dalam Kelurahan Pemping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam. 

Kelurahan Pemping memiliki beberapa pulau di sekitarnya, salah satunya adalah Pulau Air Johor. Pulau Air Johor dapat ditempuh selama 30 menit menggunakan perahu mesin dari Pelabuhan Sekupang Batam. Saat air surut, perahu tidak bisa bersandar hingga ujung bibir pantai dan hanya bisa bersandar 100 meter lalu berjalan kaki melewati lumpur untuk menuju daratan. 

Di pulau inilah Ustaz Muhammad Yamin mengabdikan diri membimbing masyarakat belajar agama Islam. Sudah 20 tahun Ustaz Yamin tinggal dan berdakwah di pulau terluar Indonesia tersebut. Perjuangannya pun tidak mudah dan mengalami pasang surut.

“Banyak masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan. Selama 20 tahun berdakwah, semangat masyarakat dalam belajar agama pasang surut. Kalau lagi enggak melaut banyak yang datang ke pengajian. Saat kepala keluarga pada melaut, anak-anak dan istrinya juga ikut melaut artinya tidak ada yang datang ke pengajian,” kata Ustaz Yamin, Senin (8/6/2021). 

Hal tersebut, lanjut Ustaz Yamin, merupakan tantangannya dalam berdakwah. Melatih hati agar ia tetap istikamah untuk mengajak orang-orang konsisten menjalani peran sebagai muslim dan terus mempelajari agama Islam. Saat sampai di pulau Air Johor, belum ada masjid atau musala. Hingga akhirnya ia berjuang meyakinkan masyarakat untuk mendirikan musala. 

“Saya meninggalkan kampung halaman di Jawa pada 1999 lalu, menetap di sini dengan menjadi nelayan. Saat datang ke Batam, tidak ada masjid atau musala, hingga akhirnya ajak masyarakat untuk mendirikan musala sekarang sudah menjadi masjid, dananya swadaya,” jelasnya. 

Selain pasang surut masyarakat dalam belajar memahami agama Islam, tantangan lain juga kerap menghadang Yamin. Banyak masyarakat Pulau Air Johor adalah nonmuslim, sehingga arus untuk meyakinkan masyarakat tentang agama Islam semakin besar. “Banyak yang nonmuslim, mereka berdakwah mengajak yang muslim jadi itu tantangan juga,” ungkapnya. 

Mendukung perjuangan dakwah Ustaz Yamin, Global Zakat-ACT memberikan bantuan berupa biaya hidup pada Ahad (6/62021). Atas dukungan ini, Ustaz Yamin mengucapkan terima kasih. []