Tarik Minat Pelanggan, Iis Berinovasi Tanpa Henti

Dengan mengandalkan pelanggan yang sebagian besar adalah anak-anak, usaha makanan Iis Rachmawati (38) harus terus berinovasi. Sebab bagaimana pun, anak-anak cepat bosan, sementara hanya dari sinilah penghasilan keluarganya berasal.

Usaha makanan ringan ini telah dijalani Iis sejak dua tahun lalu. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Menjadi ibu sekaligus pencari nafkah untuk keluarga bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Namun ini yang harus dijalani sosok tangguh bernama Iis Rachmawati (38). Ia merupakan seorang penjual makanan ringan yang berjualan di daerah Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Mekarjaya, Depok 2.

Makanan yang dijual Iis adalah sosis bakar, seblak, pempek, roti bakar, dan lain sebagainya. Usaha yang sudah berjalan selama dua tahun ini diawali Iis dengan modal awal sebesar Rp500 ribu, dengan pendapatan harian kini rata-rata sebesar Rp100 ribu.

Usaha makanan ringan ini pun hanya mengandalkan pelanggan yang didominasi oleh anak-anak usia sekolah. Untuk menarik minat anak-anak, Iis terbiasa membuat inovasi untuk menu makanan yang dijual. Jika tak kreatif membuat menu makanan lain, sepinya pelanggan tidak akan terelakkan. “Anak-anak itu paling ramai 3-7 hari aja untuk menu baru. Nanti ke sananya pasti sepi lagi. Jadi saya harus cari-cari lagi untuk menu baru, biar enggak bosen,” tutur Iis ketika ditemui pertengahan Maret lalu.

Meski jatuh bangun untuk menjalankan usahanya, Iis tidak pernah hilang semangat dan menjadikan setiap rintangan sebagai motivasi baru untuk mencari nafkah. Ia selalu berharap setiap rintangan yang dilalui bisa menjadi pelajaran dan ilmu baru agar semakin lihai dalam mengelola bisnisnya. 


Sebab, warung jajanan inilah yang menjadi satu-satunya sumber rezeki bagi keluarga Iis. Sang suami tak lagi bekerja, setelah mengalami PHK, dan belum mendapatakan pekerjaan kembali akibat terkendala faktor usia.

“Minimnya pemasukan, memaksa Ibu juga Iis berutang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyisakan tunggakan biaya pendidikan.  Ibu Iis berharap bisa memiliki aset usaha berupa gerobak agar bisa berkeliling dan menambah pelanggan baru sehingga pemasukan bisa bertambah,” ungkap Zaid Muzayyan dari Tim Global Wakaf – ACT Depok.

Untuk itu Global Wakaf – ACT menyalurkan bantuan berupa Wakaf Modal Usaha Produktif yang dapat menopang usaha Iis. Bantuan berupa gerobak usaha itu diterimanya pada Senin (8/3/2021) lalu. “Kita berharap dengan ini bisa membantu kelangsungan usaha sehingga jangkauan pelanggannya pun makin meluas,” harap Zaid.

Masih banyak pelaku usaha lainnya di Depok yang membutuhkan bantuan modal usaha produktif, terutama di masa pandemi ini. Zaid turut mengajak para dermawan untuk berpartisipasi mendorong kembali usaha mereka. []