Tarmizi: Operasi Pangan Murah Membuat Jatah Makan Keluarga Tercukupi

Operasi Pangan Murah (OPM) bahagiakan Tarmizi, penjual jajanan keliling di Langsa. Ia tidak perlu lagi mengurangi jatah makan keluarganya meski dagangannya tidak laku.

operasi pangan murah
Tarmizi usai membeli paket pangan di Operasi Pangan Murah di Langsa. (ACTNews)

ACTNews, LANGSA Matahari pada Sabtu (13/11/2021) begitu terik. Namun Tarmizi tetap berkeliling Kota Langsa untuk menjajakan dagangannya. Mukanya memerah dan baju yang dikenakannya tampak basah akibat keringat. Lengannya juga sesekali mengusap wajah dari basahnya keringat. 

Keadaan tersebut dialami Tarmizi setiap hari. Jika musim hujan, Tarmizi sering berteduh di emperan toko. Tarmizi menjual dagangannya sejak pagi sampai sore. Aneka jajanan seperti kacang goreng hingga kerupuk ia tawarkan dengan berjalan kaki. 

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Hingga Sabtu (13/11/2021) siang  dagangannya masih utuh. Di kantongnya hanya ada uang sebesar Rp20 ribu yang ia bawa sebagai bekal.

“Saya memiliki dua orang anak dan istri yang harus saya nafkahi. Jika dagangan banyak yang tidak laku, terpaksa kita mengurangi jatah makan,” ujar Tarmizi, saat beristirahat di Masjid Agung Darul Falah Kota Langsa untuk beristirahat. 

Setiap azan zuhur berkumandang, Tarmizi rutin salat berjemaah di Masjid Agung Darul Falah. Di saat bersamaan, yakni pada Sabtu (13/11/2021) ACT Langsa tengah menggelar Operasi Pangan Murah (OPM).

“Apa saya boleh ikut membeli dengan harga Rp20 ribu?” tanya Tarmizi kepada relawan yang bertugas. Setelah menceritakan kondisinya, Tarmizi bisa membawa pulang paket pangan yang dibeli dengan harga sangat murah. “Alhamdulillah, terima kasih ACT. Meski dagangan tidak laku, anak istri saya tidak perlu mengurangi jatah makan,” ungkapnya. 

Program OPM hadir sebagai solusi atas keresahan masyarakat prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam program tersebut, masyarakat prasejahtera cukup membayar setengah harga untuk paket yang berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, satu botol kecap, 1 kg telur, dan 250 gram garam.


Tarmizi saat menenteng dagangannya. (ACTNews)

Rizal Fahmi dari tim ACT Langsa mengatakan, program yang didukung oleh Bulog, Lia Swalayan, dan Minyak Jelantah Aceh ini dinikmati oleh ratusan orang penerima manfaat. Di antaranya tukang becak, pedagang mikro, da’i, marbut masjid, muazzin, muallaf, difabel, dan masyarakat prasejahtera.

Kepala Cabang ACT Langsa Ryanda Saputra berharap, kegiatan membantu menyediakan pangan murah untuk masyarakat prasejahtera dapat terus dilaksanakan. Sehingga semakin banyak masyarakat prasejahtera yang akan merasakan manfaatnya.

“Manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Ini menandakan tingkat kepedulian kita kepada sesama menjadi indikator keimanan kita kepada Allah SWT,” jelas Ryanda.[]