Tasikmalaya Peduli Warga Terdampak Kekeringan dan Kabut Asap

Dibalut konsep "cukur rambut bayar suka-suka", aksi peduli ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berolahraga dan menghabiskan akhir pekannya di kompleks sarana olahraga Dadaha.

Tasikmalaya Peduli Warga Terdampak Kekeringan dan Kabut Asap' photo

ACTNews, TASIKMALAYA - Kolaborasi kemanusiaan kembali terjalin antara ACT Tasikmalaya, Paguyuban Pangkas Rambut Tasikmalaya (PPRTS), dan dua ikatan remaja masjid, yakni IREMA SMKN 2 Tasikmalaya dan Irema Al Hikmah Sambongpari.

Kolaborasi ini terwujud dalam sebuah aksi peduli bencana kekeringan dan kabut asap di Sumatra dan Kalimantan. Kegiatan tersebut digelar di kompleks sarana olahraga Dadaha Tasikmalaya, Ahad (15/9). Dibalut konsep cukur rambut bayar suka-suka, aksi peduli ini menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan masyarakat yang sedang berolahraga dan menghabiskan akhir pekannya di kompleks sarana olahraga Dadaha.

Aksi cukur rambut bayar suka-suka diinisiasi oleh Paguyuban Pangkas Rambut Tasikmalaya (PPRTS) dengan menghadirkan beberapa anggotanya untuk melakukan pencukuran rambut. Kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap saudara sebangsa yang sedang terdampak kekeringan dan kabut asap.

“Alhamdulillah acaranya berjalan lancar. Antusias masyarakat juga luar biasa. Ke depannya insyaallah siap kolaborasi dengan ACT Tasikmalaya dengan persiapan yang lebih matang lagi,” ungkap Hendra, anggota PPRTS.


Selain diramaikan oleh aksi cukur rambut, aksi peduli bencana kekeringan dan kabut asap kala itu juga diramaikan oleh penampilan nasyid dan marawis dari IREMA SMKN 2 Tasikmalaya dan IREMA Al Hikmah. Masyarakat pun ikut meramaikan acara ini dengan cara menyumbang lagu religi.

Tak ketinggalan, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tasikmalaya juga menunjukkan kepeduliannya lewat aksi teatrikal. “Kami membuat teatrikal dengan tagar #bantumerekabernafas. Ini merupakan salah satu cara agar bisa menggerakkan kepedulian masyarakat kepada saudara kita di Riau dan Kalimantan,” terang Irwan, anggota MRI Tasikmalaya.

Seluruh keuntungan dari aksi cukur rambut dan juga garage sale didonasikan melalui ACT Tasikmalaya untuk membantu saudara-saudara yang terdampak kekeringan dan kabut asap. []

Bagikan