Tati dan Yayat Topang Ekonomi Keluarga di Usia Senja

Sudah 30 tahun Tati (70) dan Yayat (70) berjualan tutug oncom di Tasikmalaya. Akan tetapi, nyaris dua tahun ini menjadi ujian besar bagi usahanya, pendapatannya turun drastis selama pandemi.

act tasikmalaya
Salah satu warga Tasikmalaya yang mendapatkan porsi tutug oncom dagangan Tati dan Yayat yang diborong ACT. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali bertemu dengan sosok tangguh pencari rezeki di sekitar Jalan dr. Soekardjo, Tasikmalaya. Ialah Tati (70) serta sang suami, Yayat (71). Di usia senjanya, pasangan suami ini masih berjibaku berjualan nasi tutug oncom. Sudah 30 tahun lamanya mereka berjualan menggunakan gerobak sederhana.

Bukan tanpa alasan Tati dan Yayat tetap berjualan di usia sepuhnya. Mereka harus memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membiayai dua cucunya yang tengah menempuh pendidikan di pesantren.

Di hari biasa, dagangan Tati dan Yayat sering ludes terjual. Akan tetapi, hampir dua tahun ini, atau selama pandemi, dagangan mereka sering sisa karena menurunnya pembeli. Kondisi tersebut membuat pendapatan mereka pun ikut turun.

“Daripada mubazir, lebih baik dibagikan ke tetangga kalau enggak habis terjual,” ungkap Tati saat ditanya jika jualannya tak semuanya dibeli pelanggan. Walau pandemi membuat omzetnya turun drastis, Tati dan Yayat tak patah arang. Mereka tetap berjualan demi mencukupi kehidupan keluarga.

Untuk meringankan beban usaha yang tengah dijalani Tati dan Yayat, pada pekan terakhir Agustus lalu, ACT memborong semua dagangan Tati melalui aksi borong dagangan UMKM. Kaget menjadi ekspresi Tati saat menerima pesanan borongan ini. Rasa senang pun memuncak dari pasangan suami istri saat mengetahui jualannya yang diborong akan dibagikan secara gratis ke masyarakat yang membutuhkan.

“Terima kasih banyak, alhamdulillah hari ini dagangannya bisa laku cepat, semoga Allah ganti dengan yang lebih baik” doa Tati kepada dermawan.[]