Tausiah Ustaz Akmal Nasery untuk Warga Terdampak Longsor Lebak

Bersama ACT, Ustaz Akmal Nasery mendistribusikan 102 paket bantuan untuk warga terdampak longsor di Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak pada Sabtu (18/1) lalu. Ia juga memberikan tausiah keagamaan bagi korban longsor sebagai bentuk pendampingan psikososial.

Tausiah Ustaz Akmal Nasery untuk Warga Terdampak Longsor Lebak' photo
Penyerahan bantuan untuk warga Desa Sajira Mekar oleh ACT dan Ustaz Akmal Nasery Basral dan warga penerima manfaat. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, LEBAK – Sebanyak 102 paket bantuan didistribusikan kepada para penyintas banjir Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Selain membagikan paket bantuan, tim juga mengadakan pendampingan psikososial pascabencana dengan menghadirkan Ustaz Akmal Nasery Basral. Penulis buku Sang Pencerah ini menyemangati para pengungsi dengan tausiah agama pada Sabtu (18/1) lalu.

“Pada saat kita sedang tertimpa musibah, pada saat itu secara subjektif memang semua orang merasa musibah dia paling besar dan paling berat. Tapi kalau kita lihat belahan dunia lain, masih banyak orang yang lebih berat daripada kita dan mudah-mudahan kita diberikan kekuatan. Itu intinya yang saya sampaikan,” cerita Ustaz Akmal seusai memberikan tausiah.

Ustaz Akmal juga mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh ACT kepada masyarakat yang terdampak bencana. Baginya, selain membantu secara fisik, tak kalah penting bantuan ini juga dapat membantu mereka secara psikis karena merasa diperhatikan.

“Karena mereka merasa diperhatikan, ada pihak lain yang memerhatikan kebutuhan mereka. Kalau sekadar bantuan makanan, bagi yang punya uang barangkali masih bisa membeli makanan ke warung, misalnya. Tapi perhatiannya yang lebih penting. Jadi memperkuat bahwa mereka tidak ditinggalkan sendirian dalam situasi seperti ini,” kata Ustaz Akmal.


Salah satu sesi tausiah bersama Ustad Akmal Nasery Basral. (ACTNews/Reza Mardhani)

Pemberian paket bantuan pada adalah atas kepedulian para dermawan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Beragam bantuan diberikan kepada para pengungsi yang hadir di lokasi acara.

“Bantuan yang kita distribusikan pada hari ini antara lain adalah paket sembako, baju batik baru, alat-alat pembersih berupa cangkul dan sekop, dan pakaian layak pakai untuk para pengungsi,” ujar Oka Imran sebagai Komandan Posko ACT Banten.

ACT telah berada di lokasi bencana semenjak hari pertama bencana melanda rumah dari 102 kepala keluarga di Desa Sajira Mekar, yakni pada Rabu (1/1) lalu. Sekarang ACT terus memproduksi sekitar 300 porsi makanan dalam satu hari melalui Dapur Umum, mendistribusikan bantuan logistik yang akan terus ditambah, serta pelayanan kesehatan medis. Ke depannya, sebuah Hunian Nyaman Terpadu juga akan dibuat untuk para korban.

“Kita sudah menurunkan tim juga untuk asesmen, rencananya ke depan kita akan bangun Integrated Community Shelter (ICS), atau sederhananya Huntara.  Hunian itu terintegrasi, seperti pengalaman kita di Lombok dan Palu, tidak hanya hunian saja, tapi juga masjidnya, sekolah, taman bermain dan insfrastruktur lain. Saat ini sedang tahap memastikan lokasi dan tim kita sedang turun dengan aparat desa untuk melakukan hal tersebut,” jelas Oka.

Murfiah, salah satu penerima manfaat mengatakan mereka memang membutuhkan banyak hal, setelah rumahnya tersapu dan hanyut oleh banjir. “Semuanya butuh, karena tidak ada yang terambil. Terutama kompor untuk membuat makanan. Alhamdulillah, hari ini dapat bantuan,” ujar Murfiah. []

Bagikan

Terpopuler