Tekad Marlinah Bangun Kembali Usaha yang Rusak Pascaerupsi

Walau warung Marlinah (53) habis terkubur abu vulkanik, ia masih memiliki semangat untuk membangun kembali usahanya di masa pemulihan.

umkm semeru
Abu vulanik sekitar 3 meter, mengubur habis rumah dan usaha Marlinah. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN LUMAJANG – Rumah Marlinah (53) terkubur oleh lahar dingin. Material dan lahar dingin setinggi tiga meter itu, menutup seluruh harta benda dan mata pencaharian ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Termasuk warung tempat Marlinah mencari nafkah yang terletak di dekat rumahnya, tidak bisa lagi digunakan. “Barang dagangan yang ada di dalam rusak dan tak mungkin dijual lagi,” ungkap Marlinah pada Senin (17/1/2022) kemarin.

Mata Marlinah masih basah jika mengingat erupsi Gunung Semeru yang terjadi beberapa waktu lalu itu, mengingat cukup besar kerugian yang ia tanggung. Tetapi duka tersebut tidak menyurutkan usahanya untuk bangkit. Ia masih bersemangat dan berencana untuk kembali membangun usaha.


Tim Global Wakaf-ACT menemui Marlinah pada hari itu untuk memberikan Sedekah Modal Usaha. Marlinah terharu, berharap dengan modal yang ia terima, ia dapat memulai kembali dari awal usaha yang merupakan penghidupan satu-satunya.

“Dengan modal usaha ini, saya berharap nanti bisa berjualan di sekitar hunian sementara yang saat ini sedang dibangun di Desa Sumber Mujur,” kata Marlinah.

Melalui berbagai program pemberdayaan, Global Wakaf-ACT terus berusaha membangun kembali roda perekonomian di sekitar wilayah Semeru dalam masa pemulihan pascabencana. Selain modal maupun aset usaha, pendampingan juga terus dilakukan untuk mendorong perkembangan para penerima manfaat. []